HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Daarul Miftha Mulia, Pondok Harapan bagi Mereka yang Hilang Ingatan

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 12 Mei 2019 | 14.19



Ciseeng - Lantunan ayat-ayat Qur'an seakan tidak pernah terhenti, dengan aktivitas santri yang tidak pernah berhenti. Dengan busana khas yang islami, tutur kata yang santun dan Bahasa tubuh yang juga tertata. Perkampungan kecil yang tenang dan syahdu, membuat kita ingin terus membaca Al Quran dan berzikir. Hal ini tidak terlihat pada pondok pesantren dibawah naungan Yayasan Daarul Miftah Mulia, yang berada di Kampung Cisuuk Rt 04/Rw 02, Desa Cibeutung Udik, Kecamatan Ciseeng, Kabupaten Bogor, terlihat tidak seperti pondok pesantren pada umumnya.

Berawal dari lazimnya sebuah pesantren dengan santri yang baru berjumlah 35 orang, dibawah bimbingan Ustad Ruslan, ponpes ini menerima santri-santri dari kalangan masyarakat miskin. Suatu hari salah satu santri, santri baru, mengalami gangguan jiwa. "Dalam waktu tiga minggu santri ini sembuh dari gangguan jiwanya. Kemudian dari mulut ke mulut orang pada kemari membawa pasien dari 2007. Santri terpaksa saya pindahkan ke pondok pesantren milik orang tua saya." Cerita Ustad Ruslan, pemilik sekaligus pengasuh para penghuni pondok yang saat ini mencapai 50an orang dengan gangguan jiwa, yang tiga diantaranya adalah wanita.


Dengan bangunan yang sangat sederhana, bahkan terkesan kumuh, Ustad Ruslan membagi beberapa ruangan untuk para pasiennya. Pembagian kamar selain memisahkan pasien wanita dan pria, juga berdasarkan tingkat sakit pasien. "Yang sudah sembuh kami kembalikan ke keluarganya. Yang sekarang masih disini ada yang tidak ada keluarganya, ada yang keluarganya tidak mampu menerimanya kembali. Tidak ada pasien yang tahunan kecuali Nunung karena keluarganya tidak bisa menerimanya kembali lagi,” paparnya.

Penyebab gangguan jiwa yang dirawat beragam.Pasien yang gangguan jiwa dikarenakan narkoba memerlukan obat pendamping untuk menenangkan, khusus gangguan jiwa yang dikarenakan narkotika membutuhkan obat-obatan pembantu untuk menenangkan, dan membutuhkan proses yang lebih complex. ” Pengobatan secara medis dibantu oleh puskesmas setempat dengan memberikan obat-obatan non syaraf, obat-obatan yang lebih ke P3K,” tandasnya. 

Sampai saat ini pondok tidak memiliki donator tetap untuk membantu operasional sehari-harinya, untuk makan misalnya. Dari 50 pasien yang ada, hanya 3 orang yang keluarganya membayar, walau tidak rutin setiap bulannya. Untuk makan sehari-hari ustad Ruslan mengandalkan apa saja yang ada disekitarnya, seperti tanah yang masih luas, yang ditanami pohon singkong. Kemudian dari tetangga sekitar yang berjualan sayur di pasar. "Alhamdulilah, belum pernah kelaparan. Paling telat sedikit,” pungkas sang Ustad.
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita