HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Asal-usul Kata Ngabuburit

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Selasa, 07 Mei 2019 | 02.07

Oleh : Igon

Di setiap negara, bulan Ramadhan disambut dengan berbagai kebudayaan dan tradisi lokal. Salah satu tradisi dan budaya Ramadan yang ada di Indonesia adalah Ngabuburit. Namun, apa sebenarnya ngabuburit itu? Dari mana asal-usul dan sejarah ngabubuirt? Kenapa tradisi ini ada di Tanah Air hingga kini? 

Dari zaman dahulu, ngabuburit sudah akrab dengan masyarakat hingga menjadi suatu budaya yang pantas dilestarikan. Tentunya kita semua bertanya tanya, apa sih sebenarnya ngabuburit tersebut ?.
Kata ngabuburit sebenarnya berasal dari bahasa sunda yang artinya sore. Dan ngabuburit artinya menghabiskan waktu hingga menjelang waktu Adzan Maghrib datang, ringkasnya menunggu saat berbuka puasa. Ngabuburit dalam konteks kebudayaan yakni menabuh beduk secara bersama-sama menjelang waktu berbuka puasa. 

Pada umumnya tidak dilakukan oleh satu orang namun dilakukan oleh 2 sampai 3 orang dengan irama-irama yang bervariasi serta diiringi dengan sholawat yang menandakan keagungan Bulan Ramadhan sebagai bulan yang penuh berkah dan ampunan. Tentunya berbeda dengan sekarang. Semua hal yang dilakukan pada sore hari dikatakan sebagai ngabuburit. Ada yang ngumpul ngumpul, ikut acara musik dan sebagainya. Padahal ngabuburit yang sebenarnya sudah jarang di lakukan. Bahkan terbilang bahwa budaya ngabuburit sudah tak ada lagi akibat dari tenggelamnya budaya menabuh beduk di sore hari. 

Kata ngabuburit sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Sunda “burit” yang memiliki arti waktu menjelang sore. Secara keseluruhan ngabuburit merupakan singkatan dari “ngalantung ngadagoan burit” yang berarti bersantai-santai menunggu waktu sore. Kata ini kemudian menjadi identik dengan Ramadan karena Ibadah Puasa identik dengan menunggu waktu berbuka yaitu pada waktu sore hari. Meskipun indentik dengan bulan Ramadan, di daerah asal dari kata ngabuburit sendiri kegiatan ngabuburit tak hanya dilakukan di Bulan Ramadan, melainkan sehari-hari kala menungu adzan Maghrib. 

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita