HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Galian Tambang Terus Ancam Kesehatan Warga Rumpin

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 26 November 2018 | 20.23

Rumpin - Selain berdampak pada pengrusakan alam dan lingkungan hidup serta kerusakan infrastruktur, aktifitas eksplorasi dan eksploitasi galian tambang di wilayah Kecamatan Rumpin, juga memberikan malapetaka gangguan kesehatan bagi masyarakat. Pasalnya, pencemaran udara akibat debu yang dihirup warga masyarakat menyebabkan dampak buruk terhadap kondisi kesehatan terutama penyakit infeksi saluran pernapasan. Hal itu terbukti dari meningkatnya angka masyarakat yang terserang penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA).

Seperti diungkapkan Wiwin, Ketua Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Puskesmas Kecamatan Rumpin, Dia mengungkapkan,  sepanjang tahun 2017 lalu, peningkatan jumlah pasien yang datang ke Puskesmas Kecamatan Rumpin karena terserang penyakit ISPA terus meningkat.Dari tahun 2017 ke 2018 ada peningkatan jumlah total pasien Pneumonia 126 orang, Ispa balita ada 2.517, Ispa dewasa 3.912. Selain asap rokok, adanya debu juga menjadi faktor utama masyarakat terserang penyakit ISPA. Oleh sebab itu, pihaknya selalu berupaya melakukan pencegahan melalui sosialisasi kepada kader posyandu dan masyarakat." Kami himbau warga ketika melakukan aktivitas di luar rumah dan berkendara agar selalu memakai masker, terutama anak - anak,” terang Ketua P2P, Minggu (25/11/2018).

Masih kata Wiwin, penyakit ISPA adalah sebuah infeksi akut yang menyerang satu komponen saluran pernapasan pada bagian atas. Menurutnya, kebanyakan pasien yang berobat ke Puskesmas Rumpin mengalami pneumonia, yaitu tarikan nafas namun dada terasa berat. Hal ini biasanya disebabkan buruknya polusi udara karena debu dan asap kendaraan bermotor." Saya juga yang tinggal disini (Rumpin) tidak kuat karena polusi. Bagaimana warga sini yang menghirup udaranya setiap hari,” ujar Wiwin.

Seperti diketahui, Kecamatan Rumpin, Parungpanjang dan Gunungsindur merupakan daerah yang menjadi area tambang terbesar di Kabupaten Bogor. Dampak jalan rusak, becek berlumpur dan debu pekat, merupakan masalah klasik dan sehari - hari bagi warga masyarakat di kecamatan tersebut. Hal ini yang di alami oleh Hasan salah seorang warga Desa Kampung Sawah, Kecamatan Rumpin, dia mengaku sering sesak napas saat malam hari, bukan dirinya saja anggota keluarganyapun mengalami hal yang sama." Kami dipaksa menghirup udara ini setiap hari dan sampai kapan akan berakhir, seharusnya penanganan kesehatan di sini harus lebih. Karena udara Rumpin sudah diatas normal," keluhnya.(Iwan).

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita