HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Galian Ilegal Di Rumpin Kian Merajlela

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Sabtu, 29 September 2018 | 21.35

Rumpin  - Alam Rumpin, yang tadinya hijau dipenuhi rindangannya pepohonan, namun karena adanya pertambangan, lambat laun, alam yang tadinya indah dipandang mata, kini mulai berubah jadi gersang, sejak Pemerintah Kabupaten Bogor, menetapkan daerah yang berbatasan dengan Kota Tangerang Selatan itu, sebagai kawasan areal pertambangan golongan C.

Selain merusak alam, keberadaan galian itu mengakibatkan kondisi jalan-jalan di wilayah pimpinan Zulkifli ini tak ada yang benar alias dalam kondisi rusak, karena beban yang melintasinya melebihi tonase. “Dulu sebelum ada perusahaan galian, kawasan Rumpin sangat adem dan sejuk, karena banyak perkebunan karet, termasuk di daerah perbukitan, namun sekarang semuanya tinggal kenangan,” ujar Aceng, warga Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin, ,Kamis (27/9/2018).

Masih kata Aceng, perusahaan yang beraktivitas menggali sumber daya alam di Rumpin itu, tak hanya yang memiliki izin resmi saja, tapi ada sebagian yang ilegal. Ironisnya, aparat setempat dan di Pemerintahan Kabupaten Bogor terkesan tutup mata. Hal itu dibuktikan dengan tidak adanya tindakan tegas." Saya sangat prihatin dengan penomena ini, karena jika hal ini terus dilakukan tanpa ada batasan maka 5 tau 10 tahun kedepan Rumpin akan jadi daerah yang rusak karena terus dikeruk," tambahnya.

Kepala Unit Sat Pol PP Kecamatan Rumpin Jumido mengaku hanya bisa mengawasi keberadaan tambang-tambang liar atau ilegal untuk selanjutnya dilaporkan ke Satuan Polisi Pamong Praja di Cibinong.  “Kami tak mungkin menertibkan sendiri, makanya semua masalah tambang ilegal itu kita laporkan ke Sat Pol PP di Cibinong,” tandasnya. 

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita