HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Galian Ilegal Di Kalisuren Bukti Kurang Tegasnya Satpol PP

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 30 September 2018 | 13.31

Tajurhalang - Tetap beroperasinya galian tanah merah ilegal yang berlokasi tepat di kawasan mega broyek Jalan Bojonggede - Kemang (Bomang) di wilayah Kampung Jampang Desa Kalisuren Kecamatan Tajurhalang, yang telah ditutup Satpol PP Kabupaten Bogor beberapa waktu lalu membuat banyak pihak bertanya - tanya. Pasalnya, galian tanah ilegal ini seolah kebal hukum dan ada yang melindungi sehingga kebal terhadap tindakan satuan penegak Perda.

" Akibat masih beroperasinya galian samapi sekarang membuat jalan raya kemang - parung dipenuhi ceceran tanah merah, padahal akibat tanah tersebut membuat debu yang dapat mengganggu pernapasan dan licin saat ada hujan walau cuma gerimis," terang Wahyu salah seorang warga Kemang, Kamis (27/9/2018).

Sementara Robby Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Tajurhalang, menegaskan, Pemkab Bogor harus bertindak tegas agar Wibawa pemerintah tidak dilecehkan. Sebagai contoh, aktivitas usaha yang memiliki izin saja, kalau membawa dampak negatif kemasyarakat, harus di tindak sesuai aturan. “Apalagi galian ini tidak berizin. Ini kan jadi tidak jelas. Jadi kami pertanyakan keberadaan pemerintah sebagai pelayan masyarakatnya dimana?,” urainya.

Menurut Robby, Kepala Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Bogor untuk tidak setengah - setengah dalam penegakan Perda. “kalau sudah ditutup seharusnya tidak ada aktivitas lagi. Ini sudah ditutup masih dibiarkan beraktivitas. Jadi terkesan main main. Masa penegakan perda buat main main, sama sekali tidak lucu. Apalagi ini dampak negatif kemasyarakatnya nyata sangat besar,” tegasnya.

Ribby meminta Satpol PP jangan membiarkan pengusaha ilegal mempermainkan peraturan. “Jangan pandang bulu. melanggar tindak tegas. Jangan melakukan pembiaran. Artinya harus responsif dalam penegakan perda. Bicara kebijakan, saya minta juga Bupati Bogor jangan sampai lambat dalam menangani masalah masyarakat sekecil apapun. Harus sigap dan tepat dalam tindakan. Apalagi hal ini susah lama.” Tegasnya.

Sementara Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bogor Kukuh Sri Widodo memastikan jika galian tanah di Blok Geramang Kampung Jampang Desa Kalisuren Kecamatan Tajurhalang ini belum memiliki ijin resmi. Hal ini bisa dianalisa dari langkah yang diambil Satpol PP dengan menutup galian tersebut. “Meski belum maksimal pengawasannya, tapi langkah penutupan itu bukti jika galian tersebut ilegal. Hingga saat ini, Komisi I belum menerima informasi dan usulan ijin galian itu,” paparnya.

Politisi Gerindra ini menjelaskan, meski kewenangan izin usaha tambang ada di Pemprov Jawa Barat, namun runutannya pasti ada rekomendasi dari Pemkab Bogor. “Jadi ada yang tidak beres disini. Sudah ditutup masih terus beroperasi. Ini harus dibongkar ada apa? Jika terbukti ada permainan, tindak tegas siapapun pelakunya.” imbuh Kukuh.(*)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita