HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Warga Desa Tegal Gruduk Mapolsek Kemang

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 02 Mei 2018 | 13.21

Kemang,potretbogornews - Merasa tak puas dengan kinerja Polsek Kemang dalam menangani kasus tawuran maut yang belum lama ini menewaskan satu siswa SMK Wiyata Karisma, Muhammad Ridwan Ogi Alamsyah (17), ratusan pelajar dan warga menggeruduk kantor Mapolsek Kemang guna mempertanyakan sejauh mana penanganan kasus tersebut, Senin (30/4/2018).

Warga mendesak polisi menangkap lima siswa yang diduga pelajar Menara Siswa (Mensis) yang ikut terlibat tawuran antarpelajar yang menewaskan Ogi. Lima pelajar tersebut saat ini masih buron. “Sudah hampir dua pekan, lima pelaku belum tertangkap. Padahal identitasnya sudah diketahui,” ujar Ketua Yayasan Lembaga Konsultasi Bantuan Hukum (YLKBH) Sylvia Hasanah Torik kepada Metropolitan di halaman Polsek Kemang.

Vivi, sapaan akrabnya melanjutkan, meski para pelaku masih di bawah umur, perbuatannya bisa dijerat sesuai undang-undang yang berlaku. “Jangan sampai karena pelakunya di bawah umur lantas yang lainnya tidak dibiarkan,” tambahnya.

Sementara Kapolsek Kemang Kompol Ade Yusuf Hidayat menegaskan pihaknya tidak tinggal diam atas kasus tawuran pelajar tersebut. Menurutnya, identitas para pelaku telah dikantongi, namun pihaknya belum dapat menemukan persembunyian mereka. “Kami bukannya tidak kejar. Kasus ini sudah masuk penyelidikan, dan kami juga sempat ke sekolahan tersangka, tapi sejak kejadian itu mereka tidak masuk sekolah,” kata Ade.

Menurut Ade, begitu pula saat mencari informasi kepada teman-teman di sekolahnya, katanya, tidak ada yang tahu lokasi persembunyian kelima siswa tersebut. “Nanya ke teman-teman sekolahnya tidak ada yang tahu,” imbuhnya.

Ratusan massa akhirnya membubarkan diri dan meninggalkan kantor Polsek sekitar pukul 17.00 WIB, setelah perwakilan warga bertemu dengan Kapolsek Kemang. Sebelumnya, tiga siswa SMK Wiyata Karisma, dibacok diduga sejumlah pelajar SMK Menara Siswa (Mensis) yang beralamat di Kampung Babakan, Desa Pondokudik, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Rabu (18/4/2018).

Muhammad Ridwan Ogi Alamsyah akhirnya meninggal dunia di Rumah Sakit Sehat Dompet Dhuafa karena mengalami luka parah di dada. Sementara Fikri Fahrian Nazib (17) mengalami luka di kepala sehingga harus dirawat di rumah sakit.

Pelaku pembacokan diketahui dilakukan enam orang yang diduga siswa SMK Mensis. Dua hari kemudian, polisi berhasil menangkap satu dari enam tersangka, ST warga Desa Cibeteungudik, Kecamatan Ciseeng. Sementara lima pelaku lainnya masih buron dan dalam pengejaran pihak kepolisian. 
Wan
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita