HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Program PTSL Di Gunungsindur Lelet Padahal Di Pungut Rp.300 Ribu

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Kamis, 17 Mei 2018 | 17.59



Gunungsindur,potretbogornews  - Selain di kecamatan Ciseeng, pelaksanaan program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di kecamatan Gunung Sindur juga tergolong lelet. Dari sekitar 10 ribu berkas yang di ajukan warga di dua desa yakni Pabuaran dan desa Gunung Sindur, saat ini tidak satupun berkas yang sudah siap untuk naik cetak jadi sertifikat.


Di dua desa tersebut, untuk desa Pabuaran baru sekitar 1080 berkas warga yang tengah di proses. Sedangkan di desa Gunung Sindur ada 2080 berkas. Keseluruhan, di dua desa itu ada 10 ribu berkas yang di ajukan warga terkait program PTSL.

Ketua tim PTSL desa Gunung Sindur, Aep Nasrudin Kamis (17/5/18) mengakui proses pengerjaan PTSL di Gunung Sindur lelet. Hal itu karena program sertifikasi gratis baru berjalan pertengahan bulan Maret lalu. “Kalau di kecamatan Ciseeng begitu ada peresmian langsung jalan di awal bulan maret, kalau kita di pertengahan bulan maret,” ujar Aep

Ditanya soal isu pungutan, Aep yang juga bendahara desa Gunung Sindur itu mengakui memang ada. Angkanya bisa sampe Rp 350 ribu atau diantara ketentuan yang berlaku yakni Rp 150 ribu untuk setiap berkas pengurusan sertifikat.

Namun begitu Aep memastikan, perangkat desa tidak menerima pungutan kecuali uang yang sudah menjadi ketetapan dalam program PTSL. “Jadi itu di bawah yang jadi calo orang-orang kaya yang mau urus sertifikat, kita tidak terima,” jelas Aep

Soal lambatnya pemberkasan oleh desa, Aep mengatakan 2080 berkas di desa Gunung Sindur itu sudah akan selesai. Menurutnya, salah satu yang menghambat proses pemberkasan, tukang ukur yang ditugaskan di desa Gunung Sindur belum menguasai pekerjaannya.

Terpisah sekretaris desa Pabuaran, Awang Darmawan mengatakan saat ini desa Pabuaran baru memproses sekitar 1080 dari sekitar 4500 berkas warga yang masuk.

Sedangkan salah satu ketua RT di desa Pabuaran, Feri menyebut selama ini tidak ada kendala yang berarti untuk proses pemberkasan PTSL. Kalau ada kelambatan itu salah satunya karena kebanyakan warga menggadai akte jual beli (AJB) tanah mereka. ” Jadi untuk proses sertifikasinya harus nunggu AJB di ambil atau minta keterangan dari Bank tempat AJB di gadai,” ujarnya. 
Wan Pamungkas
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita