HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Tolak Aturan Kemenkominfo Tukang Pulsa Demo Di Istana Bogor

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Selasa, 03 April 2018 | 13.13

Kota Bogor,potretbogornews - Aturan pembatasan registrasi SIM Card menuai protes dari tukang pulsa yang tergabung dalam Kesatuan Niaga Celuler Indonesia (KNCI). Di berbagai daerah, ribuan tukang pulsa melakukan aksi demo guna menuntut penghapusan aturan yang dikeluarkan Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo).

Di depan gerbang Istana Merdeka pada Senin (2/4) pukul 13:00 WIB, sejumlah peserta aksi membawa spanduk bertuliskan tuntutan mereka untuk pemerintah. Sementara itu, beberapa dari mereka juga menaiki sebuah mobil pikap untuk menyampaikan orasinya.

Lewat aksi damai bertajuk ‘Aksi Nasional Pedagang Seluler Menolak Aturan 1 NIK 3 SIM Card’, mereka menuntut pemerintah agar merevisi aturan pembatasan registrasi satu Nomor Induk Kependudukan dan Kartu Keluarga untuk tiga SIM Card. Seperti yang tertuang dalam Peraturan Menteri Kominfo Nomor 21 Tahun 2017 tentang pembatasan jumlah penggunaan kartu operator seluler.

Anggota Majelis Dzikir Seluler, asosiasi yang dinaungi KNCI, mengatakan bahwa peraturan menteri soal registrasi satu NIK untuk tiga SIM Card dinilai merugikan outlet penjual SIM Card, dealer, operator dan juga konsumen.

“Kami mendukung aturan SIM Card harus diregistrasi. Namun seharusnya bebas mau menggunakan beberapa nomor untuk 1 NIK dan KK. Kalau dibatasi kan omzet penjualan SIM Card menurun dong, karena akan banyak nomor yang diblokir,” kata Basit di lokasi, Senin (2/4).

Sementara salah satu orator, Qutni Tysari, mengatakan bahwa kedatangan ribuan orang ini ke kantor Kemenkominfo membawa lima tuntutan. “Pertama, kami mendukung registrasi kartu perdana secara valid sesuai identitas. Kedua, kami menolak pembatasan satu NIK untuk tiga kartu perdana,” kata sang orator di lokasi, Senin (2/4/2018).

Dia menambahkan, tuntutan ketiga, pihaknya menuding pemerintah berbohong atas adanya aturan itu. “Pemerintah melalui Kemenkominfo telah membohongi outlet seluler. Empat, menuntut Kemenkominfo bertanggung jawab dan menjamin keamanan data pribadi masyarakat,” lanjutnya.

Terakhir, para tukang pulsa meminta Presiden RI Joko Widodo selesaikan masalah yang mengancam mata pencaharian mereka. “Kelima, kami memohon kepada Presiden Indonesia agar turun tangan menyelesaikan demi keberlangsungan outlet,” ujarnya.


Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita