HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Murid SDN Mutiara Di Paksa Belajar Di bawah Terpal

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 23 April 2018 | 14.31

LEUWILIANG,POTRETBOGORNEWS - Di kolong tenda biru, puluhan siswa SDN Mutiara terlihat asyik belajar. Mereka tak punya pilihan lain sejak ruang kelasnya ambruk sebulan lalu. Di halaman sekolah yang berada di Kampung Pasirbanyu, RT 06/03, Desa Cibeber 2, Kecamatan Leuwiliang, para siswa dipaksa terbiasa dengan kondisi ruangan yang hanya beratap terpal dan beralas tanah.

Sudah sebulan, para siswa belajar di kolong tenda. Ruangan mereka disekat tiang bambu menjadi empat ruangan. Petak-petak itu pula yang jadi tempat para siswa menimba ilmu. Salah seorang guru SDN Mutiara, Selva, mengatakan bahwa para siswa terpaksa belajar di bawah tenda karena kelasnya ambruk. “Ada 50 siswa lebih di sini. Mereka sejak Maret belajarnya begitu,” ucap Selva.


Beruntung, sejak menghuni sekolah terpal, cuacanya cerah hingga mendukung siswa untuk belajar. “Alhamdulillah belum pernah kehujanan. Soalnya biasanya kan di sini hujannya sore, pas anak-anak sudah pulang,” ujarnya.

Menurut keterangan istri Ketua RT, Agustina, sejak 2016 kondisi sekolah itu sudah lapuk. Puncaknya, bulan lalu atap sekolah tersebut ambruk. “Pertama ambruk pas hujan. Yang kedua ambruk lagi pada sorenya. Makanya daripada membahayakan siswa, jadi dibuatkan sekolah terpal saja di halaman sekolah,” ucap Agustina saat ditemui di lokasi.Ia mengaku pihak sekolah terpaksa mendirikan tenda darurat tersebut. “Soalnya daripada anak-anak yang jadi korban,” sebutnya.

Menanggapi hal tersebut, Staf Kecamatan Leuwiliang Berti menuturkan, SDN Mutiara sudah pernah diusulkan agar direnovasi di Musrembang 2017. Namun, pihak sekolah belum melengkapi berkas pendukungnya. “Waktu itu sekolah tidak memberikan foto fisik bangunan, makanya bantuan renovasi tidak terealisasi,” ujar Berti.

Karena itu pula, bangunan sekolah tersebut makin terpuruk dari waktu ke waktu. “Dari kecamatan mengusulkannya bukan lagi renovasi tapi harus direvitalisasi. Tapi itu kan tergantung kebijakan Pemkab Bogor ya,” katanya.

Sekolah tersebut bukan lagi direnovasi dengan anggaran sekitar Rp300 juta. “Kita sudah mengusulkan lewat Mursembang 2018. Namun kembali lagi, kebijakan ada di Pemkab Bogor,” ujarnya.

Sekadar diketahui, sekolah terpal ini bukan kali pertama di wilayah Bogor Barat. Sebelumnya nasib serupa juga dialami siswa di SDN Sirnaasih di Kampung Cisarua, RT 01/07, Desa Banyuresmi, Cigudeg. Sampai akhirnya Ketua DPRD Kabupaten Bogor yang saat itu dijabat Ade Ruhandi mendatangi lokasi dan membongkarnya.
Ozos
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita