HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Korban Miras Oploson Kian Bertambah, Siapa yang Salah

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 11 April 2018 | 23.08

Bandung,potretbogornewsJumlah korban tewas akibat menenggak minuman keras (miras) oplosan di seluruh wilayah Jawa Barat bertambah menjadi 52 orang. Para korban yang menjalani perawatan mengembuskan napas terakhir pada Selasa (10/4/2018) pagi di sejumlah rumah sakit.


Informasi yang dihimpun, hingga pukul 22:30 WIB, total korban tewas akibat miras oplosan di Kecamatan Cicalengka dan Majalaya, Kabupaten Bandung, mencapai 41 orang. Sedangkan jumlah korban miras oplosan di Kabupaten Bandung mencapai 141 orang.

Rincian 41 korban yang tewas meliputi di RSUD Cicalengka 31 orang, tujuh korban di RS AMC Cileunyi dan tiga di RSUD Majalaya. Sedangkan korban tewas di Kelurahan Sekejati, Kecamatan Buahbatu, Kota Bandung, menjadi empat orang. Sementara di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, jumlah korban tewas dari enam orang menjadi tujuh orang.

Di antaranya Erik (52) warga Gunungsumping, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Damindra (32) warga Kampung Cipatuguran, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Hendrik (29) warga Kampung Camara, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Rohmana (35) warga Kampung Babakananyar, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, Rizal (22) warga Kampung Stasion Cibadak, Dewo Prabono (25) warga Kampung Gunungbutak, Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu dan Yopi warga Cikelat

Kepala Ruangan Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS BLUD Palabuhanratu Feri Budiman menyebutkan, hingga pukul 22:30 WIB, pihaknya menerima 17 pasien yang diduga akibat menenggak minuman oplosan. “Jumlah yang meninggal menjadi tujuh orang setelah atas nama Yopi meninggal dan sudah dibawa pulang oleh keluarganya,” kata Feri kepada awak media, Selasa (10/4).

Dokter jaga IGD RS BLUD Palabuhanratu Wisnu menegaskan, campuran miras (biang) yang digunakan itu diduga kuat menggunakan alkohol bukan yang biasa (etanol), tetapi alkohol yang lebih keras sejenis metanol. “Metanol ini kan bukan untuk dikonsumsi, apalagi kalau ditemukan adanya bahan tiner (pengencer cat, red). Tapi kita tidak melakukan lab, lab dilakukan pihak kepolisian. Kalau di RS Palabuhanratu tidak ada,” ujarnya.

Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan, saat ini penyidik Direktorat Reserse Narkoba Polda Jawa Barat mem-backup penyidikan kasus tersebut. Polisi telah mengamankan enam penjual miras, dua di Cicalengka berinisial JS dan HM, satu di Sekejati berinisial A dan tiga orang di Sukabumi.

Selain itu, Biddokkes Polda Jawa Barat telah mengambil sampel air liur dan ingus korban untuk diteliti di Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Mabes Polri guna menentukan zat atau kandungan yang menyebabkan korban tewas. “Hasil laboratorium ini baru keluar tiga empat hari ke depan,” kata Agung.

Agung mengemukakan, pihaknya belum mengetahui apakah produsen dan pemasok miras yang menewaskan puluhan korban itu sama atau tidak. Yang pasti para penjual miras tersebut berbeda meskipun jenis miras yang dikonsumsi para korban sama. Miras yang dikemas dalam botol air mineral itu dua jenis, ginseng berwarna kekuningan dan arak bening.

Selain itu, Polda Jawa Barat juga berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk memastikan apakah produsen dan pemasok miras ilegal itu masih satu jaringan atau tidak. “Yang jadi masalah, miras tersebut dicampur zat lain. Seperti obat antinyamuk dan obat batuk kemasan. Oplosan ini ada yang diracik penjual dan ada pula yang dicampur sendiri oleh para korban,” beber Agung.(Iwan)
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita