HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Tipu Daya Pada Perang Dunia II

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 18 Maret 2018 | 01.31



www.potretbogornews.com

Dalam sebuah buku panduan tentara Amerika yang dipublikasikan pada tahun 1978, tertulis bahwa benda-benda tiruan ini penting dalam sebuah rencana pengecohan. Dua orang tentara Amerika memerika sebuah tank tiruan milik Nazi Jerman yang terbuat dari kayu dan tripleks. (Atlasobscura)
Fakta bahwa Perang Dunia II juga diikuti oleh para seniman menambah satu lagi kisah unik dalam perang yang mengubah dunia ini.
Add caption

Para seniman yang ahli membuat benda tiruan (decoy) ini memang tidak mengangkat senjata api dan menembakannya, namun mereka bertugas untuk mengecoh pasukan musuh dengan kreasinya.

Mereka menciptakan berbagai tank tiruan menggunakan kayu tripleks agar Pasukan Sekutu mengira bahwa Nazi berperang dengan pasukan yang kuat dan lengkap. Padahal, tripleks tersebut hanya dibentuk menyerupai tank dan kemudian diberi warna menyerupai tank aslinya.

Selesai dirangkai dan diberi warna, tank tiruan ini kemudian dipasang pada mobil sehingga terlihat seperti kendaraan lapis baja ketika diawasi dari udara.
Tujuan membuat berbagai tank palsu ini adalah agar Pasukan Sekutu mengira jika Nazi memiliki banyak pasukan dengan tank. Selain itu, tank palsu juga dapat digunakan sebagai pengecoh arah pergerakan tentara Nazi.

Harapannya adalah ketika pasukan tank palsu ini diserang, Pasukan Sekutu akan mengira bahwa tentara Nazi sudah tidak dilindungi lagi oleh pasukan kendaraan lapis baja tersebut. Upaya yang cerdik kala itu.
Cara ini dinilai efektif sehingga tentara Nazi mengulangi metode yang sama untuk diaplikasikan pada berbagai perlengkapan perang seperti pesawat hingga meriam. Kayu dibalas kayu. Mantan pilot pesawat tempur Nazi Jerman masih menyimpan bom kayu yang dijatuhkan. (Atlasobscura)

Bukan perang bila pasukan lawan tidak membalas taktik dari sang lawan. Pasukan Sekutu pun menggunakan taktik yang sama sehingga perang besar ini menjadi semakin panas dan penuh kecurigaan.Pada suatu kali, "perang kayu" ini menjadi semakin memanas.

Tentara Nazi menempatkan pasukan pesawat tempur kayu di garis depan perang Afrika Utara untuk mengecoh serangan udara Pasukan Sekutu. Bila serangan udara menghantam pasukan pesawat kayu ini, maka pesawat tempur asli yang disembunyikan akan aman dan mampu dengan segera melakukan serangan balik.

Sesuai dugaan, serangan udara pun dilayangkan oleh Pasukan Sekutu.
Bukannya membuat takut dan meluluhlantakkan tentara Nazi, serangan udara ini justru membuat mereka heran dan bertanya-tanya. Sejumlah bom yang dijatuhkan tepat di area pesawat kayu itu ternyata tidak meledak.
Sesaat kemudian tentara Nazi berlari mendekat dan menemukan fakta yang menggelikan. Bom yang dijatuhkan tidak meledak karena bom tersebut hanya terbuat dari kayu.

Mereka pun beramai-ramai memungut dan menyimpannya sebagai sebuah kenangan dari "perang kayu" yang terjadi saat Perang Dunia II berlangsung.
Pada perkembangannya, negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia II ini tidak hanya menggunakan kayu dan tripleks untuk membuat pasukan perang palsu.
Pasukan Inggris menggunakan "balon" sebagai tank palsu yang dapat dengan mudah digelembungkan dan dikempiskan sehingga mudah untuk berpindah tempat.
Pesawat tempur yang dibuat dengan sedotan pun ditemukan di Okinawa. Saking miripnya, banyak pilot pesawat Amerika datang menghujani pesawat sedotan ini dengan peluru. Selain itu, tank yang terbuat dari debu dan pasir gunung berapi pun ditemukan di Iwo Jima.
Tank "balon" milik tentara Inggris ini dapat dengan mudah dikembangkan dan dikempiskan, sehingga mudah untuk dipindahkan. (Atlasobscura)

Tank tiruan yang terbuat dari debuan dan pasir gunung berapi ini ditemukan di Iwo Jima. (Atlasobscura)

Pesawat yang terbuat dari pipa "sedotan" ini berhasil menarik perhatian lawan. (Atlasobscura)

Dalam sebuah buku panduan tentara Amerika yang dipublikasikan pada tahun 1978, tertulis bahwa benda-benda tiruan ini penting dalam sebuah rencana pengecohan. Sebuah bongkahan kayu yang muncul di antara tumpukan sikat saja dapat menarik banyak perhatian dan tembakan artileri.
(Sumber: Atlasobscura, Intisari-online)
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita