HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Supir Tronton Demo Pembatasan Waktu Lintas

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 19 Maret 2018 | 21.15

Gunungsindur, potretbogornews.com - Ratusan massa yang terdiri dari para sopir angkutan tambang (truk trontron) dan kuli bongkar muat serta pengelola jasa angkutan tambang, Senin pagi (19/3) berunjuk rasa di kantor Kecamatan Gunungsindur, Jalan Atma Asnawi 58 Gunungsindur, Desa Gunungsindur, Kecamatan Gunungsindur. Mereka menuntut agar truk tronton bisa kembali bebas melintas di jalan raya Gunungsindur dan meminta pembatasanan waktu melintas (jam operasional) dihapus.


"Ada nya pembatasanan waktu sangat merugikan para supir, kernek dan kuli ganjur (kuli bongkar muat-red). Kami menyampaikan aspirasi kepada muspika Kecamatan Gunungsindur, agar jam oprasional yang diberlakukan pada malam hari segera si normalisasi (dicabut-red)," ungkap perwakilan pengunjuk rasa Enduy Komara kepada wartawan Senin (19/03).

Enduy mengatakan, adanya pembatasan melintas pada siang hari sangat merugikan warga yang bekerja sebagai supir, kernek dan kuli ganjur. "Jadi tuntutan kami untuk pencabutan pemberlakuan jam oprasional truk tronton, adalah harga mati," ungkapnya. Enduy Komara juga menyatakan jika hal ini dibiarkan akan meninbulkan kerawanan sosial ditengah masyarakat."Ini soal perut, soal kebutuhan ekonomi masyarakat, baiky sopir, kernet juga kuli ganjur. Jadi ini potensinya kerawanan sosial." Ungkapnya. 

Sementara Kapolsek Gunungsindur Kompol Hariyanto mengatakan, pada pengunjuk rasa adalah warga Kecamatan Rumpin yang bekerja sebagai kuli ganjur, supir truk dan kernet. Mereka melakukan protes tentang tidak bolehnya truk tronton melintasi pada siang hari. "Sebelumnya beberapa waktu lalu telah dibuat MoU (kesepakatan) antara perusahaan tambang dengan warga Gunungsindur, yang menyepakati adanya pemberlakuan jam operasional truk tambang yaitu pada malam hari mulai pukul 20.00 WIB sampai pukul 04.00 WIB. Kesepakatan dibuat dengan alasan, banyaknya anak sekolah serta karyawan dan sebagainya," jelasnya.

Kompol Hariyanto menambahkan, bahwa kesepakatan tersebut sampai saat ini masih berlaku dan belum ada keputusan pencabutan."Nanti hari Rabu yang akan datang, semua pihak akan di undang lagi untuk membahas kembali soal MoU tersebut. Apakah kira-kira jadi siang hari kendaraan truk tronton melintasi jalan Gunungsindur, diperbolehkan atau tidak oleh warga,"pungkasnya

Dari pantauan terlihat aksi unjuk rasa itu sempat terjadi ketegangan antar massa dengan pihak muspika. Namun aksi itu bisa diredam setelah adanya pengaman dari Polsek yang dibantu dari Polres Bogor serta anggota Koramil Gunung Sindur. Akhtar Rendra
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita