HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Sumburi Ibrahim Sang Jurnalis Ceria Telah Tiada

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 26 Maret 2018 | 15.17

Kota Bogor,potretbogornews - Setelah kurang lebih selama 2 bulan berjuang melawan penyakit yang dideritanya, Pimpinan Redaksi Bidik Nusantara, Sumburi Ibrahim akhirnya menghembuskan nafasnya yang terakhir pada Minggu (25/03/18) sekira Pukul 16.30 Wib.


Sebelumnya, pria kelahiran Bima 31 Oktober 1980 itu sempat dirawat di RSUD Kota Bogor selama lebih 1 minggu karena sakit dibagian pencernaan yang dideritanya, dan dibawa pulang oleh keluarganya pada Jumat, (23/3/18) sekitar pukul 19.00 Wib.

Namun setelah 2 hari hingga menghembuskan nafasnya, Almarhum mengeluhkan sesak di dadanya dan di bawa keluarganya untuk berobat. Belum sampai di Rumah Sakit, Almarhum menghembuskan nafas terahirnya dengan tenang didalam perjalanan.
Sumburi Ibrahim 
Atas kepergiannya, meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekan se profesinya dan para kerabatnya. Ungkapan belasungkawa dari rekan-rekan awak media dan berbagai unsur baik aktivis, LSM hingga pejabat pemerintahan yang datang ke rumah duka serya melalui berbagai media sosial pun terus mengalir.

Semasa hidupnya mendiang Almarhum Sumburi dikenal sebagai sosok pemuda yang berjuang menegakkan Independesi Pers ditengah-tengah masyarakat Bogor, sosok salah satu wartawan dengan dedikasi dan kode etik jurnalis yang dipegang teguh.

Disamping itu, dikalangan teman-temannya, Almarhum juga dikenal sebagai sosok yang selalu ceria. "Iya digodain ga pernah marah
orangnya penyabar, gak pernah di masukin hati. Semoga husnul khotimah," ungkap Head Of Corporate Communication Sentul City, Ario Danu memalui WAG.

Sementara, di mata Ujang Khamun Aktifis Formacif dan teman-teman lainnya, Sumburi merupakan sosok jurnalis yang sangat dekat dengan aktifis.“Dia itu sangat dekat dengan aktifis Kabupaten dan kota Bogor. Hampir setiap ada gerakan aktifis, baik di wilayah Barat, Timur dan Selatan dia selalu ada dan mengawal pemberitaan. Jarang yang mau seperti dia,” ungkap Uka.

Duka yang sangat mendalam juga dirasakan oleh sahabat dekatnya, Ibra Hermawan Pimpinan redaksi 87 Online News. Menurutnya, selama hidupnya Almarhum yang juga Ketua Forum Pers Independent Indonesia (FPII) Korwil Kota Bogor juga Wakil Ketua IWO dan JC Kota Bogor itu dikenal sebaga sosok yang mandiri dan tidak pernah mau menyusahkan orang lain, bahkan keluarganya.

"Selama 20 tahun sy kenal dekat Almarhum, bahkan kesehariannya saya selalu jalan liputan bareng bahkan saya banyak belajar dari Almarhum. Suka duka dijalani sama-sama, saling terbuka dan saling mengetahui karakter masing-masing. Sudah seperti saudara kandung sendiri," tuturnya.

Dia mengaku dirinya merasa sangat terpukul dengan kepergian Almarhum menghadap Sang Khalik. "Sedih saya, kehilangan sahabat sejati, sulit saya dapatkan sahabat seperti Almarhum," ungkapnya, sambil meneteskan airmata.

Ia juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kepedulian rekan-rekan se-profesi serta semua unsur yang telah peduli dan membantu semenjak almarhum menjalani perawatan di Rumah Sakit hingga akhir hayatnya.

"Saya secara pribadi, mewakili keluarga Almarhum mengucapkan terima kasih kepada semua pihak, atas perhatian dan kepeduliannya kepada Almarhum. Semoga segala kebaikannya mendapat balasan dari Allah SWT, dan Almarum diberkan tempat disisiNYA," tutup Ibra

Karena keinginan untuk dimakamkan ditanah kelahirannya di Bima Nusa Tenggara Barat, maka jenazah Almarhum diberangkatkan dinihari tadi pukul 1.00 WIB dari rumah duka dan Terbang menggunakan pesawat ke Bima pukul 04.30 WIB. 

Selamat Jalan Sahabat, Tenang dan Damailah Disisi Allah SWT. Doa kami Selalu Menyertai. Almarhum sahabat dan pernah jadi bagian keluarga dari potretbogornews.com.Iwan Setiawan
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita