HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Derita Bocah Penyandang Kaki Gajah

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 28 Maret 2018 | 08.12

Klapanunggal,potretbogor - Sejak berusia satu minggu Aep Saepulloh anak pasangan Acep (39) dengan Nining (35) Warga Kampung Bojongkoneng, RT 04/07, Desa Lulut, Kecamatan Klapanunggal didera penyakit Kaki gajah atau Filariasis. Hingga usia sepuluh tahun, penyakit yang dideritanya tidak kunjung sembuh, malah bertambah parah. Bukan tidak ingin anaknya di mendapat perawatan di rumah sakit. Namun orang tuanya yang pengasilan yang pas-pasan sebagai pemulung, membuat Aef harus menderita penyakit tanpa penagnanan medis yg semestinya.

Orang Tua Aep, Nining mengaku, saat lahir Aef dalam kondisi sehat dan normal. Namun, seminggu kemudian kaki kirinya memerah dan mulai membengkak. Tadinya beranggap hanya penyakit biasa, namun urat kakinya semakin kecang diikuti suhu badannya panas. “Karna tidak memilik kartu BPJS, akhinya Aef di bawa ke dukun beranak. Bukannya sembuh, bagian tempurung kaki kirinya semakin besar,” ujar Ibu yang memilik 12 anak.

Nining menjelaskan, bukan tidak ingin membawa Aef ke rumah sakit besar, tetapi kondisi perekonomian yang murat-marit. Selama ini , Suami (Acep) bekerja sebagai pemulung, sore harinya berjualan kantong plastik di Pasar Citereup. Dalam sehari pengahasilan hanya 40 ribu, itupun hanya cukup untuk makan dan ongkos kelima anak yang masih duduk di bangku sekolah SD.“Kalau terasa sakit di olesi obat tradisional, walaupun tak sembuh minimal bisa mengurangi rasa sakitnya,” katanya.

Hingga Berusia sepuluh tahun, lanjutnya. Penyaki kaki gajah yang tak kunjung sembuh. Walapun ia menderita sakit di kaki, tak lantas menghentikannya bersekolah di MTS Kelapanunggal. Setiap malam Aep sering mengeluhkan sakit. Akibat benjolan yang terus membesar, menyebabkan dirinya tidak bisa mengunakan sandal ataupun sepatu.“Saya berharap Pemkab Bogor mau peduli terhadap kondisi Aef, karna ia punya semangat untuk bersekolah,” pintanya.

Menangapi hal tersebut, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bogor Agus Fauzi mengaku, adanya laporan dari masyarakat yakni Aef yang di duga menderita penyakit kaki gajah. Petugas Dinkes sudah melakukan investigasi ke rumanya.

Menurut petugas, awalnya dari pihak orang tua tidak mau membawa anaknya ke rumah sakit dan mengangap penyakit tersebut cacat sejak lahir. Lambatnya penangan, menyebabkan penyakit benjolan di bagian tempurung kaki kirinya membesar. Untuk mengatasi penyebaran penyakit kaki gajah, dari dinkes sudah melaksanakan program Belkaga di setiap kecamatan dengan diberikan tablet.“Petugas sudah mengecek ke rumah Aep, Kita belum bisa pastikan apakah Aep menderita penyakit kaki Gajah atau tidak karna harus di tes darah dulu, ”tukasnya.
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | redaksi.potretbogornews3@gmail.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2010 - 2018. Iwan S Pamungkas. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita