HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Ziarah ke Makam "Pangeran Raja Atas Angin" di Bandung Barat

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Jumat, 06 Oktober 2017 | 17.19

Suasana senyap sangat terasa saat memasuki makam keramat Syekh Maulana Muhammad Syafei, yang juga dikenal sebagai Pangeran Raja Atas Angin.

Makam tersebut berada di RT 07/RW 07, Desa Cijenuk, Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Di sebelah makam sang pangeran, terdapat makam istrinya yakni Nyimas Rangga Wuluh.

Di kompleks yang sama juga dimakamkan dua anak perempuan sang pangeran yakni Nyimas Rangga Wulan dan Nyimas Rangga Wayan.

Menurut Ii Prawira Suganda selaku pendiri Yayasan Syekh Maulana Muhammad Syafei, Pangeran Raja Atas Angin adalah keturunan langsung Sultan Ageng Tirtayasa atau keturunan kesembilan dari Sultan Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati).

"Syekh Maulana Muhammad Syafei merupakan pelopor syiar Islam di sejumlah wilayah di Jawa Barat, mulai dari Cisewu, Garut, hingga Surade, Sukabumi," ujar Ii di kediamannya.

Dalam syiarnya menyebarkan agama Islam, kata Ii, Syekh Maulana mendirikan sebuah pesantren sederhana yang disinggahi oleh santri-santri yang berasal dari penduduk setempat dan sekitarnya di Cijenuk. Dalam syiar ini, Syekh Maulana dibantu oleh Eyang Jaga Wadana, Eyang Jaga Raksa, dan Eyang Jaga Wulan.

Keempat tokoh ini dipandang sangat berperan dalam upaya pengembangan agama Islam, khususnya di daerah Kabupaten Bandung Barat dan sekitarnya. Dalam perkembangannya, keturunan Syekh Maulana Muhammad Syafei mendirikan banyak pesantren di berbagai tempat. " Mereka berjuang tanpa kenal lelah untuk menegakkan dan mengembangkan syiar Islam seperti yang telah diamanatkan oleh leluhurnya," ujarnya.

Semasa hidupnya, kata Ii, Syekh Maulana Muhammad Syafei juga dikenal memiliki banyak karomah. Inilah yang kemudian membuat masyarakat menjulukinya sebagai Pangeran Raja Atas Angin. "Beliau memiliki keistimewaan. Salah satunya dapat berada di beberapa tempat dalam satu waktu, makanya kemudian disebut Pangeran Raja Atas Angin," katanya.

Makam Syekh Maulana Muhammad Syafei kini sudah menjadi salah satu objek wisata religi di Kabupaten Bandung Barat. Ratusan peziarah datang dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan berbagai pelosok Indonesia. Termasuk Batam, Padang, Aceh, Gorontalo, dan masih banyak lagi. " Setiap hari ada 100-200 peziarah yang datang untuk mendoakan. Kalau malam Jumat Kliwon bisa mencapai 1.000-1.500 peziarah," tuturnya. 

Pada 12-17 Rabiulawal, jumlah peziarah mencapai puncaknya. Dalam seminggu, jumlahnya bisa mencapai 10 ribu peziarah. Namun, Ii merasa pemerintah masih kurang memerhatikan tempat keramat yang bersejarah bagi umat Islam ini. Demi membangun infrastruktur dan fasilitas makam, tambahnya, ia memanfaatkan uang pribadi dan uang sumbangan yang masuk dari para peziarah.

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita