HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Ruhiyat Sujana Kecam Pembakaran Kapur di Ciampea

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Kamis, 26 Oktober 2017 | 08.15





Foto: Lokasi Pembakaran Kapur Di Desa Ciampea, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor


Ciampea-- Aktivis Bogor Barat Ruhiyat Sujana kecam pembakaran Kapur yang ada di Ciampea, Kecamatan Ciampea yang meyebabkan polusi udara atas pencemaran pembakaran  kapur itu.



Ruhiyat Sujana mengatakan sesuai UU No. 32 Tahun 2009 tentang PPLH Pasal 104 UU PPLH:
Setiap orang yang melakukan dumping limbah dan/atau bahan ke media lingkungan hidup tanpa izin sebagaimana dimaksud dalam Pasal 60, dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan denda paling banyak Rp3.000.000.000,00 (tiga miliar rupiah).

Dumping (pembuangan) adalah kegiatan membuang, menempatkan, dan/atau memasukkan limbah dan/atau bahan dalam jumlah, konsentrasi, waktu, dan lokasi tertentu dengan persyaratan tertentu ke media lingkungan hidup tertentu.

Selain pidana karena pembuangan limbah, ada beberapa pidana lain yang bisa dikenakan kepada perusahaan tersebut:
1.    Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi karena perusahaan sengaja melakukan perbuatan (misalnya membuang limbah) yang mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, yang mana hal tersebut mengakibatkan orang mati maka diancam pidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun dan denda paling sedikit Rp5 miliar dan paling banyak Rp15 miliar.
2.    Jika pencemaran lingkungan tersebut terjadi karena perusahaan lalai sehingga mengakibatkan dilampauinya baku mutu udara ambien, baku mutu air, baku mutu air laut, atau kriteria baku kerusakan lingkungan hidup, yang mana hal tersebut mengakibatkan orang mati, maka dipidana dengan pidana penjara paling singkat paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 9 (sembilan) tahun dan denda paling sedikit Rp3 miliar dan paling banyak Rp9 miliar.

Lanjut Ruhiyat dari dasar diatas maka kami mendesak penegak hukum agar menindak kegiatan usaha pembakaran kapur yang terdapat di daerah Ciampea karena kegiatan tersebut berdampak terhadap kesehatan warga sekitar dan selain itu penegak hukum harus melakukan penyelidikan apakah kegiatan tersebut sudah menggantongi izin atau tidak.

"Pihak terkaitpun terkesan tutup mata dan telinga atas kegiatan yang sudah lama beroperasi (Pihak kecamatan dan Pemdes)" pungkasnya.(cr)
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita