HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Rita Widyasari tetap membantah soal keberadaan dan keterlibatan Tim 11

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 11 Oktober 2017 | 14.35

JAKARTA -  Bupati Kutai Kartanegara, Rita Widyasari tetap membantah soal keberadaan dan keterlibatan Tim 11 dalam dugaan korupsi yang menjeratnya di KPK.

Ditemui usai pemeriksaan sebagai tersangka pada Selasa (10/10/2017) sore, Rita yang juga Ketua DPD Partai Golkar itu berani bertaruh jika tim yang dikomandoi oleh Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin itu benar-benar tidak ada." Saya berani bertaruh itu nggak ada," tegas Rita di KPK, Kuningan, Jakarta Selatan.
Informasi yang dihimpun, Tim 11 itu dikomandoi oleh Komisaris PT Media Bangun Bersama, Khairudin yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK di kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Tim 11 diduga merupakan kelompok di lingkaran dekat Rita yang terdiri dari 11 orang dengan beragam latar belakang.
Tim ini disebut-sebut mengendalikan roda pemerintahan di Kukar.

Tim tersebut bahkan menjadi pengendali dan menentukan anggaran proyek-proyek besar dan kebijakan perizinan di wilayah Kukar.
Sebelumnya Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan telah mengakui sepak terjang Tim 11 dalam kasus dugaan korupsi yang melibatkan Rita dan Khairudin. Basaria menuturkan bakal mengembangkan dugaan keterlibatan Tim 11.
Sementara itu, kuasa hukum Rita, Noval El Farvesia menyebut Tim 11 yang ramai diberitakan itu merupakan julukan yang diberikan masyarakat. Senada dengan Rita, Noval juga menyangkal mengenai tim tersebut."Itu julukan masyarakat aja yg ngasih nama tim 11. Struktur apa, ga ada ga ada," tutur Noval.

Diketahui, Rita ditetapkan sebagai tersangka di dua kasus berbeda yakni menerima gratifikasi terkait dengan jabatannya dan menerima suap.
Dalam perkara gratifikasi, Rita bersama-sama Khairudin ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan dan berlawanan dengan tugas dan kewajibannya yaitu uang sebesar USD 775 ribu atau setara Rp 6,975 miliar. Penerimaan itu berkaitan dengan sejumlah proyek di Kutai Kartanegara selama masa jabatan tersangka.

Sementara dalam kasus suap, Rita diduga menerima suap dari Hery Susanto Gun selaku Dirut PT Sawit Golden Prima senilai Rp 6 miliar sekitar bulan Juli dan Agustus 2010. Uang itu diduga untuk memuluskan perizinan lokasi untuk keperluan inti dan plasma perkebunan sawit di Desa Kupang Baru Kecamatan Muara Kaman kepada PT Sawit Golden Prima.
Dalam kasus itu, KPK juga menetapkan Hery sebagai tersangka.

Kini, Rita ditahan di Rutan Klas I Cipinang cabang KPK di Gedung Merah Putih, Jalan Kuningan Persada Kavlin 4. Sementara Khairudin ditahan di Rutan Pomdan Jaya Guntur.

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita