HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Nasib Jembatan Leuwiranji Hingga Kini Belum Di Perbaiki

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 04 Oktober 2017 | 17.15

Menakutkan serta memprihatikan, kondisi wajah jembatan besi Leuwiranji yang berlokasi di desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin. Jembatan Leuwiranji yang memiliki lebar 6 meter dengan panjang lebih kurang 100 meter yang terbuat dari plat baja dengan baut yang mengendur, bahkan ada beberapa yang sudah hilang, sehingga getaran hebat sangat dirasakan ketika digunakan untuk melintas, terlebih bagi kendaraan bertonase berat, ketika melalui jalur yang berada tepat di atas Kali Cisadane tersebut.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Rumpin Aan Anshori mengatakan, pemakaian aspal (hotmix) terbaik pun di jembatan tersebut akan cepat hancur jika tronton yang lewat melebihi tonase yang ditetapkan. Padahal diujung jembatan tertulis hanya kendaraan yang bertonase 8 ton yang boleh melewati, namun faktanya berbeda.' Kerusakan aspal terutama disebakan karena kapasitas kekuatan jalan tidak sebanding dengan volume tonase kendaraan tambang yang melintas,” terangnya kepada Potret Bogor, Rabu (4/10).

Menurutnya, seharusnya pemerintah segera merealisasikan janji untuk membuat jalur transportasi khusus tambang. Jika hal ini terwujud maka tidak akan ada lagi warga yang dirugikan akibat jalan sebagai tranportasi mereka cepat rusak. Sementara saat ini akibat kerusakan jalan banyak warga yang muter hanya untuk menghindari jalan rusak." Seharusnya badan jembatan dibeton agar lebih kuat.  Karena jembatan ini satu-satunya akses penghubung antar kecamatan. Kalau ini dibiarkan rusak, warga muter puluhan kilometer lewat Tangerang Selatan,” tambahnya.

Sementara salah seorang warga Kampung Leuwiranji yang kesehariannya mengatur kendaraan yang melintasi di Jembatan Leuwiranji Zarkasih, mengaku miris melihat kondisi jembatan karena bautnya lepas. Bahkan, mur dan aspalnya sudah terkelupas. Jika dilihat dari kolong jembatan tidak ada satu pun baut dan murnya yang menempel, padahal hal tersebut jika dibiarkan akan memicu bahaya bahkan jadi penyebab korban jiwa." Pemerintah Kabupaten seharusnya peka dan se­gera memperbaikinya, jngan sampai nunggu korban dulu baru dip­erbaiki," tegasnya. (Pamungkas)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita