HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Eka : Di Hari Batik Nasional, Batik Ciwitan Harus Jadi Ikon Kabupaten Bogor

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 04 Oktober 2017 | 17.21







www.potretbogorNews.com, Ciampea - Berawal dari kecintaanya terhadap kain batik, Eka Hari Jayati asal Desa Benteng, Kecamatan Ciampea  ini terus mengembangkan inovasinya dalam perbatikan. Meski jatuh bangun untuk menciptakan inovasi untuk menarik minat ibu ibu rumah tangga untuk menyukai kerajinan membatik. Namun tak menyurutkan semangat wanita berusia 44 tahun itu untuk terus berkarya.

Hingga sampai akhirnya terwujudlah batik Ciwitan asal Desa Benteng, Kecamatan Ciampea dengan merek Lawon Geulis atau Bahan Cantik yang kini sudah keluar wilayah Ciampea pemasaranya, Selasa (3/10/17).

"Saya memulai ini sejak tahun 2015, tidak putus asa keliling mengajari ibu- ibu membuat batik ciwitan, sampai sekarang. Bahkan tidak hanya di Ciampea diluar ciampea pun kini batik ciwitan asal Ciampea sudah mulai terkenal,"katanya.

Lanjut Eka, Tak haya itu kecintaanya terhadap batik ciwitan menurut Eka itu didasari atas keperihatinannya terhadap masyarakat terutama ibu ibu yang terlibat hutang Bank keliling yang menjerat mereka dengan bunga  yang amat besar.

"Maka saya berpikir selain melestarikan batik itu sendiri, saya bisa membantu para ibu menambah penghasilan dan tidak perlu lagi meminjam ke bank keliling. Selain itu mimpi lebih jauh adalah ingin menjadikan batik sebagai ikon wilayah dan mengenalkan ciampea sebagai sentra batik di kabupaten bogor,"katanya.

Ia menceritakan mulanya memang sulit mengajarkan ibu ibu dengan membatik ini, mulai dari cara teknik canting di tulis diatas kain. Lalu saya coba dengan teknik ikat yang di pekalongan, Yogya dan solo itu terkenal dengan teknik jumputan. Dan di Jepang terkenal dengan teknik shibori.

"Semoga di hari batik nasional ini, batik ciwitan menjadi ciri khas kabupaten bogor dan menjadi Ikon kabupaten bogor serta menjadikan ratu," pintanya, (cw)
Share this article :

1 komentar:

  1. Kritik sedikit yaa.. Berita Ini wacana Budaya seharusnya terpisah dari Berita KULINER.. Wisata Budaya dengan Wisata Kuliner, mempunyai makna yg berbeda.

    Saran : Buat satu lagi Lajur khusus untuk WISATA BUDAYA.
    Sehingga para pemirsa online (Netizen) bisa memahamami perbedaan makna antar keduanya (WISATA BUDAYA & WISATA KULINER)
    Terimakasih..

    Sukses terus Potretbogor.

    BalasHapus

Silahkan Berikan Komentar Anda :

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita