HEADLINES NEWS :
REDAKSI

DPU Daarut Tauhiid Bogor Bina Buruh Tani Desa Pasirgaok 

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Selasa, 03 Oktober 2017 | 13.19


Laporan : Iwan S Pamungkas

Menjadi petani ditengah desakan peralihan fungsi lahan memang menjadi tantangan sendiri. Inilah yang dialami oleh petani di Desa Pasirgaok, Kecamatan Rancabungur. Sebagai orang pribumi, tanah mereka habis dibeli oleh warga luar Bogor. Mereka pun akhirnya hanya menjadi buruh bagi para pemilik tanah tersebut. Ujung tombak penghasilan ekonomi mereka terancam tergerus.

Melalui program UTAMA (Usaha Tani Mandiri), DPU Daarut Tauhiid Bogor berusaha memecahkan masalah ini. Sasarannya adalah petani dhuafa yang tidak mempunyai lahan sendiri. Selama ini mereka hanya menjadi buruh tani dimana penghasilannya sama sekali tidak mencukupi kebutuhan kehidupan dan keluarga." Dengan program UTAMA ini petani binaan kami sewakan lahan dan kita berikan modal bibit. Kemudian saat panen mereka bisa mengambil keuntungannya. Modalnya dipergunakan untuk modal tanam selanjutnya,” jelas  Kepala Cabang DPU Daarut Tauhiid Bogor Fata Fauzi usai panen kangkung, kepada Jurnal Bogor, Selasa (3/10).

Fata menambahkah bahwa program ini dicanangkan dalam waktu tiga tahun hingga petani binaan mandiri.Selain itu petani juga bisa menabung, sehingga tiga tahun kedepan mereka bisa menyewa lahan secara mandiri atau bahkan bisa mempunyai sawah sendiri. Selain pemberian modal, DPU Daarut Tauhiid juga memerhatikan spiritual petani binaan.  Mereka diwajibkan mengaji sepekan sekali dibawah bimbingan ustadz-ustadz di lingkungan para petani yang memang ditunjuk sebagai mitra. “Kajian bulanan ini menjadi ajang silaturahmi dan juga pencerahan bagi semua warga tentang program permberdayaan kami,” tutur Fata.  

Kepala Desa Pasirgaok Saripudin membenarkan program dari Daarut Tauhid diwilayahnya sangat membantu petani yang kesemuanya hampir buruh tani. Saripudin juga berharap ke depan ada dukungan dari masyarakat berupa wakaf." Semoga yang dilakukan oleh Daarut Tauhid dapat memicu warga mewakapkan atau meminjamkan tanahnya kepada para petani yang tak memiliki lahan yang nantinya menjadi sawah maupun ladang. Wakaf tunai juga dimungkinkan yang nantinya akan dibelikan tanah. Selanjutnya tanah wakaf ini akan diserahkan penggarapannya kepada petani," urai Kades.

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita