HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Diah Pitaloka: Smart City Bukan Hanya Mendapat Informasi, Juga Harus Cepat Meresponnya

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 22 Oktober 2017 | 10.01





BOGOR--Yayasan Cipta Transfer Cendika dan Duetsche Gesellschaft fur Internationale Zusammenarbeit (GIZ) GmbH, menggelar seminar smart city dan tata kelola kota dengan pembicara Prof DR. Bernd Noche, DR. Bima Arya Sugiarto, Diah Pitaloka, S. Sos, M. Si dan DR. Shiskha Prabawaningtyas yang berlokasi di Ballroom Hotel Savero Kota Bogor, Jumat (20/10).

Diah mengungkapkan, Persoalan Sederhana itu menjadi ukuran, jangan perizinan satu atap lebih besar sebagai program tapi kejadiannya masih banyak persoalan, jadi saya berharap smart city menjadi lebih interaktif dengan teknologi, itu sudah pasti interaktif kata.

“Kuncinya punya interaktif dengan teknologi tersebuDot. yang dilakukan seorang kepala daerah hari ini, jangan hanya sesuatu yang kelihatannya seperti bikin taman, dan bikin CCTV. Sementara kebijakan-kebijakan yang penting itu bisa jadi kebijakan-kebijakan yang tidak terlihat. Nah, itulah smart city tidak hanya kelihatan canggih dengan teknologi. Tapi, smart governing the city,” Ucapnya.

Sementara itu, menurut Diah menjadi tantangan bagi pemkot untuk membangun teknologi itu menjadi efektif dan interaktif.

“Mungkin banyak warga Bogor yang belum berinteraksi dengan apa yang sedang dikembangkan, dan itu butuh waktu,” katanya.

Adapun persoalan mendasar di Kota Bogor seperti beban pupolasi, kebutuhan ruang hijau dan masih banyak lagi pelayanan-pelayanan yang dibutuhkan.

“Semoga itu menjadi catatan penting bagi smart city tidak hanya advance dalam teknologi tapi juga wakil dalam kebijakan smart city governing the city masih bisa dilakukan di Kota Bogor,” imbuhnya.

Sebenarnya teknologi berperan dalam membantu pemerintah untuk mempermudah menjalankan fungsinya. Seperti data kependudukan terintegritas, dan kelurahan yang mensupport informasi sehingga mendapatkan respon lebih cepat.

Diah mengaku berjalan kearah selatan dan masih banyak orang yang menginginkan serifikat tanah karena disana mulai berkembang pemukimanan baru dan itu memerlukan kepastian hukum atas tanahnya.

“Smart city bukan hanya mendapatkan informasi tapi juga cepat merespon informasi, sekarang memang belum semua bisa mengakses informasi tersebut, Artinya, belum semua terjamah oleh warga bogor sehingga pertemuan tatap muka pun dianggap penting dalam hal ini.” ujarnya.

Bogor juga terkenal dengan sampahnya, jadi harus dibangun kebijakan sensitif, kepekaan dan kontribusi sosialnya jangan hanya berbicara perkembangan kota dalam tanda kutip hanya memikirkan profitnya, memberikan izin yang berujung pendapatan akan tetapi benefitnya untuk kota bogor.(jb)*



Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita