HEADLINES NEWS :
REDAKSI

10 Muharram dan Kesalehan Sosial

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 01 Oktober 2017 | 11.15









Oleh: Ruhiyat Sujana Ketua SRMI Bogor dan Pendiri Saung RS

www.potretbogorNews.com--Islam mengajarkan kepada kita agar cinta pada sesama, walaupun berbeda agama. Wujud cinta kita dapat diaktualisasikan dalam bentuk bantuan maupun dorongan moril yang bisa memperkuat mental orang-orang miskin.

Kesadaran kita pada yang lemah, sangat diharapkan untuk menimalisir kemiskinan yang akut di negeri ini. Salah satu bentuk kepedulian itu adalah dengan menumbuhkan kesalehan sosial di antara sesama. Apalagi, kita berada ditengah momentum Muharram yang merupakan manifestasi nilai-nilai keislaman yang terkandung dalam al-Qur’an.

Menurut Abdul Munir Mulkhan (2005), kesalehan sosial adalah suatu tindakan yang berguna bagi diri sendiri dan orang lain, serta dilakukan atas dasar kesadaran pada ajaran Tuhan. Tindakan saleh (sering disebut dalam kosa kata ”amal saleh”) merupakan implementasi keberimanan, pernyataan atau produk dari iman (percaya kepada Tuhan) seseorang yang dilakukan secara sadar.

Dengan kata lain, tindakan sosial yang kita lakukan, tidak saja bermanfaat bagi kebahagiaan orang lain, tapi juga kita akan mendapatkan balasan setimpal atas apa yang kita lakukan.

Kesalehan dalam bentuk materi dan dorongan moril merupakan salah satu bentuk kepedulian kita kepada sesama. Ajaran-ajaran keislaman yang kita ketahui, harus diwujudkan dalam bentuk nyata. Begitulah agama kita mengajarkan tentang pentingnya membantu yang lemah dan yang membutuhkan uluran tangan kita.

Itulah sebabnya, kepedulian bukan saja berarti memberikan sebagian harta yang kita miliki, lebih daripada itu, kepedulian merupakan bagian dari jihad yang terselubung dalam konteks sosial.

Dalam konteks inilah, Islam selalu mewanti-wanti pada ummatnya agar menghindari tindakan represif kepada ummat yang lain. Sehingga, tak heran kalau Islam memberikan penghargaan yang tinggi terhadap harkat kemanusiaan, menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi, dan mengajarkan kepada kita agar berbelas kasihan pada kaum yang tertindas.

Dari dasar di atas saya yang konsen terhadap pendampingan masyarakat miskin selama 10 tahun lebih,  proses tersebut mengajarkan banyak hal tentang kepedulian dan kepekaan sosial terhadap sesama khususnya bagi saudara-saudara kita yg secara ekonomi lemah, maka 10 Muharram menjadi momentum berbagi sebagai bentuk perhatian dan kepedulian kita khususnya terhadap anak yatim dan masakin(Masyarakat miskin).

Saya bersama Komunitas  Saung RS dan Serikat Rakyat Miskin Indonesia (SRMI) Bogor mengadakan agenda kegiatan santunan dibeberapa tempat/titik dari mulai tanggal 29 September - 17 Oktober 2017 dan kamipun mengucapkan banyak terima kasih atas para pihak yang ikut berpartisifasi dalam mensukseskan acara tersebut.


Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita