HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Warga Gunungsindur Keluhkan Rusaknya Infrastruktur

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Selasa, 19 September 2017 | 19.01

Warga Gunungsindur Keluhkan Rusaknya Infrastruktur

Gunungsindur - Rusaknya infrastruktur jalan arteri primer maupun sekunder di wilayah Kecamatan Gunungsindur,selalu saja muncul dalam setiap dialog resmi antara warga dan pemerintah. Meskipun begitu, tetap saja sampai saat ini kerusakan itu belum juga diperbaiki. Bahkan kerusakan makin menjadi di beberapa ruas utama baik jalan provinsi maupun jalan kabupaten. Parahnya lagi, jalan desa pun tak luput dari kerusakan padahal banyak anggaran yang langsung

Asman Efendi mengeluhkan buruknya infrastruktur di wilayah Kecamatan Gunungsindur." Kerusakan jalan bukan hanya jalan utama namun terjadi juga pada jalan desa seperti yang arah dari Desa Cibinong menuju kantor Kecamatan karena kerusakan jalan dengan lubang berdiameter 2-8 meter dan kedalaman 20-40 sentimeter menyebabkan kendaraan harus memperlambat kecepatan. Tak ayal terjadi antrean kendaraan hampir setiap harinya. Kondisi tersebut membuat warga sekitar kesal padahal selama tiga tahun terakhir ini kita sudah memasukan disetiap musrenbang desa dan tingkat kecamatan namun hingga kini belum ada tanggapan," ujar Asman selaku Sekdes Desa Cibinong kepada Jurnal Bogor.

Hal serupa dikatakan Ujang Supriadi warga setempat yang meminta pemerintah berupaya dulu memberi perbaikan meski harus seadanya. "Memang kami sudah mendengar akan ada perbaikan di tiga titik ruas jalan utama yang sudah parah. tapi jika melihat kondisi jalan saat ini yang rusak parah,harusnya diberikan solusi dulu dan saya juga mewakili warga lainnya agar ada pengalihan jalur tronton karena saya sudah bosan dengan debu yang dihasilkan oleh truk tronton," terangnya.

Sementara Wawan Suryana Sekretaris Kecamatan Gunungsindur meminta, masyarakat Kecamatan Gunungsindur untuk lebih berani melakukan pengawasan bahkan penolakan jika ada jalan desa yang dilalui angkutan dengan tonase yang melebihi kekuatan tonase jalan. "Pemeliharaan jalan itu sangat penting. Karena pembangunan jalan yang sama, hanya mungkin bisa berulang 3 atau 4 tahun berikutnya. Jadi saya meminta Ketua RT, RW, BPD, LPM dan masyarakat harus berani menolak jika jalan desa/lingkungan dilalui oleh kendaraan dengan tonase yang melebihi kapasitas beban jalan." himbaunya.(Iwan S Pamungkas).

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita