HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Proyek Jalan Cicangkal - Maloko Baru Dibangun Sudah Retak

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 18 September 2017 | 14.45


Rumpin - Proyek peningkatan jalan ruas jalan Cicangkal - Maloko di Kampung Lebak Genjer Rt. 03/09 Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin dengan anggaran Rp. 3,6 miliar yang dikerjakan pada bulan Juli pada tahun 2017 dengan kalender 120 hari kerja oleh penyedia jasa PT. Sabrina Jaya Abadi dan pengawas Konsultan PT. Adhimascipta Dwipantara kini kondisinya sudah retak - retak, pasalnya pembangunan proyek tersebut tidak diikuti pengawasan yang ketat padahal anggaran yang dikucurkan untuk proyek peningkatan jalan tersebut sangat besar.

Sukma salah seorang tokoh masyarakat Desa Tamansari mengungkapkan, seharusnya pengawasan diperketat sehingga pembangunan sesuai yang diharapkan. " Pembangunan jalan ini baru selesai tiga bulan lalu tapi sudah ada yang retak dibebeeapa titik padahal sampai hari ini belum ada kendaraan kecil maupun besar yang melintas apalagi nanti setelah jalan ini digunakan bukan tidak mungkin jalan yang menelan anggaran Rp. 3,6 miliar ini bukan hanya retak tapi rusak, " paparnya kepada Potret Bogor.

Masih kata Sukma, proyek peningkatan jalan di tahun anggaran 2017 di wilayah kecamatan rumpin tidaj diikuti pengawasan yang ketat terhadap kualitas kekuatan jalan." Yang saya tahu malam dilakukan pengecoran besoknya sudah retak - retak padahal yang kami inginkan dari pembangunan jalan dengab anggaran sangat besar bisa tahan puluhan tahun,  ini boro - boro puluhan tahun baru semalaman aja udah retak kan kalau begini warga sebagai penerima pembangunan yang dirugikan,  saya berharap kepada penyedia jasa jangan mengeruk keuntungan semata tanpa memikirjan kualitas dari yang dibangunnya, " tambahnya.

Sementara Nirbaini Kasie Ekbang Kecamatan Rumpin terkait buruknya pembangunan ruas jalan Cicangkal - Maloko menhatakan. " Saya dan tim jecamatan sudah melakukan monev dan benar fakta dilapangan bahwa jalan yang baru dibangun sudah retak di beberapa titik bahkan keretakannya sampai tembus ke bawah dikhawatirkan jika dibiarkan keretakan akan jadi belah saat sudah dipungsikan apalagi seperti yang kita tahu di rumpin kendaraan kebanyakan truk dan tronton,  maka dengan hasil monev ini jadi bahan untuk laporan ke Pemerintah Kabupaten Bogor," urainya.

Dari pantauan dilapangan keretakan jalan bukan hanya di atas namun tembus sampai bawah dan terjadi dibeberapa titik,  bukan itu saja plang papan proyek sebagai keterangan pengerjaan tertulis tahun anggaran 2016 padahal pembangunan jalan masuk alokasi APBD Kabupaten Bogor tahun 2017, jadi pihak penyedia jasa seperti kurang cermat terbukti dengan pemasangan plang yang tak sesuai tahun anggaran.(Iwan S Pamungkas)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita