HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Pengurugan Tanah Di Tajurhalang Sumbat Aliran Sungai

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Selasa, 26 September 2017 | 15.04

Tajurhalang - Pengurugan lahan yang terjadi diwilayah Desa  Nanggerang berbatasan dengan Desa Tajurhalang menuai polemik,pasalnya lahan yang dijadikan bahan pengurugan sangat berdekatan dengan lahan yang akan diurug dan diratakan, karena lahan tersebut menyeberangi sungai dan ironisnya sungai hanya ditutup menggunakan drum bekas untuk akses jalan masuk kendaraan berat. Maka tentu saja aliran sungai jadi terhambat tidak lancar sama saja dengan membendung sungai.

Ahyar salah seorang warga setempat menyayangkan terkait pelaksanaan pengurugan." Seharusnya dalam proses pengurugan tidak merugikan warga dengan penutupan sungai karena pungsi sungai ini untuk pengairan empang milik warga jadi kami sangat di rugikan oleh sekelompok orang yang mengambil keuntungan dipengurugan dan juga mereka sudah tidak mengindahkan dengan cara menutup sungai yang ada," terangnya kepada Jurnal Bogor, Selasa (26/09).

Sementara Endra Kepala seksi ketentraman dan ketertiban kecamatan tajurhalang mengatakan. " Saya sudah melarang kegiatan pengurugan karena kalau sampai menutup sungai atau membendungnya akan mengganggu arus sungai menjadi tidak lancar hanya karena kepentingan sekelompok orang dan kalau kegiatan pengurugan terus tidak mengindahkan aturan dan akan merugikan masyarakat kita akan stop." terangnya.

Masih kata Endra, proses pengurugan memang  tidak memperdulikan kepentingan umum." Saya himbau kepada mereka agar tetap taat aturan dan bekerja tanpa harus merusak yang ada atau dengan kata lain menyampingkan kepentingan warga bila hal ini terus mereka lakukan maka akan kita tindak tegas dengan aturan dan mekanisme yang ada, " tambahnya.

Menanggapi hal ini Kukuh Sri Widodo Ketua Komisi 1 DPRD kabupaten Bogor angkat bicara." Ini tidak bisa dibiarkan dan Satpol PP harus segera bertindak dengan tegas dengan cara menutup paksa karena sangat jelas mereka sudah menyalahi aturan dan mengganggu ketertiban umum, apalagi menutup sungai ini merupakan kesalahan sangat patal tidak bisa dibiarkan, " tegas Kukuh.

Dari pantauan Jurnal Bogor akibat truk pengangkut tanah tersebut menyebabkan bibir sungai sebagian ada yang amblas dan terkesan 
Kepala Desa Nanggerang maupun kepala Desa Tajurhalang tidak peduli atau memang tidak adanya kordinasi dari pihak yang berkepentingan, sampai berita ini diturunkan belum mendapat penjelasan dari kedua kades karena yang bersangkutan tak ada dikantor desa. (Iwan S/Firman)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita