HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Pejuang Pertanian di Rancabungur Masih Sulit

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Jumat, 15 September 2017 | 21.45

Pejuang Pertanian di Rancabungur Masih Sulit

Rancabungur - Pepanjang jalan kanan dan kiri di Desa Rancabungur dan Pasirgaok,  Kecamatan Rancabungur terutama Desa Pasirgaok merupakan desa yang pertaniannya bisa dikatakan paling bagus di kecamatan ini. Pada saat itu terlihat para petani sedang bertani dengan ekspresi muka yang terlihat letih dan lelah namun tetap semangat.

Kendati bertani menjadi mata pencaharian utama sebagian besar warga Desa Pasir Gaok sejak berpuluh-puluh tahun lalu, namun ironisnya kehidupan mereka tak pernah sejahtera. Di tambah lagi dengan permasalahan-permasalahan yang terjadi. Namun itu bukan sebuah alasan bagi para petani di Desa Pasir Gaok. Mereka tetap berusaha agar pertanian di Desa Pasir Gaok tetap bagus, salah satunya adalah Pak Ucup yang merupakan ketua kelompok petani di desa yang pertaniannya paling bagus.

Kelompok tani ini sering ngumpul bersama untuk membahas mengenai masalah-masalah yang menyangkut pertanian minimal dua minggu sekali. Namun, seiring berjalannya waktu, anggota kelompok tani ini berkurang karena para petani menganggap buat apa bertani lagi kalau masalah pertanian gak selesai-selesai. “Yang tadinya mata pencaharian utama warga bertani, sekarang gak sampe 10%, kebanyakan jadi buruh diakibatkan banyak sawah para petani yang dijual ke orang luar makanya sekarang hampir kebanyakan jadi buruh tani, " papar Ucup kepada Potret Bogor,  Senin (11/09).

Masih kata Ucup yang juga Ketua RW. 07 ini mengaku sedih. " Jika terus bertani menanam padi yang panennya baru bisa enam bulan kedepan maka saya ajak para tekan tani untuk tanam umbi - umbian dan palawija yang panennya bisa tiga bulan setelah penanaman,  akhirnya ini berhasil namun kendalanya para petani sudah bergeser dengan jarang menanam padi dan hanya sekali - kali saja sebagai pengembalian untuk kesuburan tanah, namun yang jelas sampai hari ini kehidupan petani masih belum meningkat," tambahnya.

Wawan salah seorang petani lainnya mengaku menggarap sawah bukan miliknya." Dulunya ini sawah saya namun saya jual kepada orang Jakarta tapi masih saya yang menggarapnya dengan bagi hasil,  sejak saya ikut cara pak ucup menanam umbi dan palawija alhamdullilah panen bisa lebih cepat namun tetap saja tidak bisa meningkatkan tarap hidup saya karena hasil harus dibagi dengan pemilik sawah, semoga nasib para petani disini ada perhatian dari pemerintah, " ujarnya

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita