HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Komisi Tiga DPRD kabupaten Bogor Akan Panggil Pemborong Proyek Jalan Cicangkal - Maloko

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 18 September 2017 | 16.10


Rumpin - Proyek peningkatan jalan ruas jalan Cicangkal - Maloko di Kampung Lebak Genjer Rt. 03/09 Desa Sukasari, Kecamatan Rumpin dengan anggaran Rp. 3,6 miliar yang dikerjakan pada bulan Juli pada tahun 2017 dengan kalender 120 hari kerja oleh penyedia jasa PT. Sabrina Jaya Abadi dan pengawas Konsultan PT. Adhimascipta Dwipantara kini kondisinya sudah retak - retak, sehingga membuat Yusep dari Komisi 3 (Tiga) DPRD Kabupaten Bogor angkat bicara.

Menurut Politisi Paetai Golkar ini,  dirinya sudah mendapat laporan terkait buruknya pembangunam proyek APBD Kabupaten Bogor terkait pembangunan jalan Cicangkal - Maloko. " Laporan sudah sampai kepada kami akibat buruknya pengerjaan ruas jalan tersebut dan saya sudah meminta kepada pimpinan untuk segera turun kelapangan melihat kondisi sebenarnya,  jika memang jalan ada retakan maka pihak penyedia jasa harus menjelaskannya kenapa dana yang besar tapi kondisi pekeejaan kurang maksimal, " terang yusep kepada Potret Bogor, Senin (18/09).

Masih kata Yusep,  setelah hasil dari investigasi dilapangan dirinya dan rekan di Komisi Tiga DPRD Kabhpaten Bogor akan memanggil pihak penyedia jasa." Komisi tiga akan memanggil penyedia jasa dan konsultan pengawas terkait pembangunan jalan Cicangkal - Maloko karena jangan sampai dana yang dikucurkan untuk infrastruktur dengan alokasi dana besar hasilnya tidak seimbang kan yang dirugikan warga selaku penerima manfaat dari pembangunan yang pemerintah programkan,  maka dari itu kepada semua pihak agar turut serta dalam pengawasan semua proyek APBD Kabupaten Bogor, " tambah politisi Golkar.

Sebelumnya warga mengeluhkan keretakan jalan yang baru semalam di cor, seperti yang diungkapkan Sukma salah seorang tokoh masyarakat Desa Tamansari."  Yang saya tahu malam dilakukan pengecoran besoknya sudah retak - retak padahal yang kami inginkan dari pembangunan jalan dengab anggaran sangat besar bisa tahan puluhan tahun,  ini boro - boro puluhan tahun baru semalaman aja udah retak kan kalau begini warga sebagai penerima pembangunan yang dirugikan,  saya berharap kepada penyedia jasa jangan mengeruk keuntungan semata tanpa memikirjan kualitas dari yang dibangunnya, " paparnya.

Dari pantauan dilapangan keretakan jalan hujan hanya di atas namun tembus sampai bawah dan terjadi dibeberapa titik,  bukan itu saja plang papan proyek sebagai keterangan pengerjaan tertulis tahun anggaran 2016 padahal pembangunan jalan masuk alokasi APBD Kabupaten Bogor tahun 2017, jadi pihak penyedia jasa seperti kurang benar terbukti dengan pemasangan plang yang tak sesuai tahun anggaran, parahnya lagi pihak pemborong tidak membangun bedeng untuk menempel papan proyek dan tempat istirahat pekerja tapi plang proyek menempel di ruko salah seorang warga. (Iwan S Pamungkas)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita