HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Kecamatan Dan UPT Puskesmas Pamijahan Dinilai Lambat

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Kamis, 21 September 2017 | 07.11








Pamijahan-- Derita yang dialami Pudin (48) Warga  Kampung Limus Rt 01/12, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan merupakan salah satu dari ribuan warga Kabupaten Bogor yang tidak terlayani dengan baik haknya sebagai warga negara yaitu hak mendapatkan perlindungan dan pelayanan dari negara.

Pudin yang mengalami penyakit benjok-benjol disekujur tubuhnya selama bertahun-tahun tanpa ada pengobatan secara medis. Selain penyakit yang menggerogoti tubuhnya, ketidakmampuan ekonominyapun menjadi pelengkap penderitaan Bapak Pudin.

"Lengkap sudah penderitaan yang dialami bapak tersebut.  Senyum bahagian mulai terlihat ketika ada temen-temen aktivis mahasiswa  yang berkunjung kerumah bapak pudin dengan niat membantu masalah yang dihadapinya,"ujar Ketua Serikat Rakyt Miskin Indonesia( SRMI) Ruhiyat Sujana, kepada Potretbogornews.com

Sementara itu Ketua Forum Mahasiswa Bogor( FMB) Sabri Maulana  Rabu(20/9) bersama  mahasiswa lainnya berkunjung langsung kerumah Pudin menanyakan banyak hal termasuk mempertanyakan kondisi ekonominya, dalam kesempatan itu  Pudin pun menceritakan kesehariannya yang bekerja merawat 2 ekor kambing itupun punya orang lain dan berjualan bensin yang penghasilannya rata  25.000 perhari itu juga milik orang. Selain itu rumah tempat singgahpun tidak punya adapun yang didiami sekarang punya saudara.

"Setelah mendapatkan informasi lengkap teman mahasiswa bergegas melakukan pendampingan baik pendampingan penyakit yang dideritanya maupun ekonominya,"kata Sabri.

Sungguh ironis lanjuy Sabri ketika melihat fotret derita si miskin yang dialami  Pudin mungki masih banyak saudara-saudara kita yang lain yang mengalami derita yang sama di wilayah lain dikabupaten bogor.

Kecamatan Pamijahan saja yang termasuk wilayah segudang aktivis sosial dan pergerakan masih ada kasus-kasus yang tidak terpantau. Pertanyaannya apalagi kecamatan lainnya?

"Malu rasa sebagai putra pamijahan ketika masih ditemukan kasus derita si  Miskin seperti halnya yang dialami bapakPudin,"katanya.

Lebij lanjut Sanri mengatakan didalam UU sudah jelas bahwa warga tidak mampu (miskin) dilindungi dan dipelihara oleh Negara. Ketika masih ada warga karena kemiskinannya menyebabkan penderitaan baik kesehatan atau pendidikan

"maka Negara/Pemerintah lalai akan tanggung jawabnya (Dzolim terhadap Rakyat)"tegasnya (CR)
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita