HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Guyuran Hujan Selama Dua Hari Jadi Berkah Bagi Petani

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Kamis, 28 September 2017 | 19.39

Kemang - Hujan yang ditunggu - tunggu selama dua bulan ini akhirnya datang mengguyur Bumi Tegar Beriman, turunnya hujan yang memang sudah dinantikan para petani di wilayaha Kecamatan Kemang dan Rancabungur memang berkah tersendiri karena dengan turunnya hujan otomatis areal pertanian yang tadinya sudah keras bahkan cenderung retak - tetak jadi gemur kembali dan bisa diolah untuk ditanami kembali. Kecamatan Kemang dan Rancabungur memang kebanyakan petani sayuran bayam dan kangkung, dua sayuran komoditi ini memang dipilih petani sebagai produk unggulan karena kurang dari satu bulan sudah panen. 

Endah salah seorang petani asal Kampung Palengseran,  Desa Bojong, Kecamatan Kemang mengaku senang dengan hujan yang sudah mengguyur selama dua hari ini." Dengan hujan yang intensitasnya sedang bagi saya adalah berkah katena yang tadinya tanaman bayam saya hampir dipastikan gagal kini sudah segar kembali karena bayam dan kangkung adalah jenis tanaman sayuran yang tidak bisa dipisahkan dengan air, maka hujan yang dua hari belakangan ini sama dengan penyelamat petani dari kerugian, jika tak ada hujan saya membendung air dari sungai atau istilah petani ngeboyor namun riskan mati atau layu tanamannya karena kemaren - kemaren cuaca sangat terik tapi dengan hujan semua ternetalisir, " paparnya kepada Jurnal Bogor, Rabu (28/09).

Sementara Abas petani dari Kampung Hulurawa, Desa Bantarsari, Kecamatan Rancabungur mengungkapkan hal yang sama terkait sayuran kangkung yang banyak ditanam di desanya. " Petani memilih kangkung karena nilai ekonomisnya tingggi dan selain itu umur panennya hanya kurang dari satu bulan namun semuanya tergantung daribpasokan air yang cukup jika pasokan air kurang maka jangan harap untung malah kerugian yang harus diterima,  jadi kedepan saya berharap ada bantuan dari pemerintah berupa penyedot air untuk mengairi areal pertanian dari sungai agar para petani walaupun musim kemarau tetap bisa bercocok tanam dan tak rugi. Selama ini petani sayuran disaya belum pernah mendapat bantuan ataupun penyuluhan dari dinas terkait sehingga ini kadang membuat iri para petani yang bukan dari anggota kelompok tani (poktan)." bebernya. 

Dari pantauan Jurnal Bogor, para petani di dua wilayah ini sudah bergeser dalam memproduksi hasil pertaniannya, karena warga tani sudah enggan menanam padi karena selain panennya yang lama juga tanaman padi untuk di kemang dan rancabungur banyak hamanya terutama hama burung. Maka untuk dua kecamatan ini sudah tak bisa disebut lumbung pangan kabupaten bogor bahkan areal pertaniannyapun semakin menyempit akibat sudah banyaknya perumahan yang menyerbu ke wilayah ini. (WAN)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita