HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Gara Gara DPRD Gak Hadir Pembahasan Insfrastuktur di Rumpin Jadi Gegana

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 20 September 2017 | 00.26



CIBINONG -- Rapat pembahasan lanjutan soal insfratruktur di wilayah kecamatan rumpin belum menemukan solusi yang tepat sasaran, ironisnya para pengusaha tambang galian c hanya beberapa orang perwakilan yang hadir dalam rapat tersebut. Padahal sebelumnya sudah melayangkan surat ke setiap perusahan yang bergerak di batu andhesit terbesar di Jawa Barat.

Terlihat meski tanpa di hadiri para anggota dewan hadir pula dalam acara tersebut, sekitar 54 undangan diantaranya, perwakilan DPRD. Kasdim 0621 Kabupaten Bogor, Mayor Infantri Suntoro. Perwakilan Polres bogor, Asda bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat. Asda bidang perekonomian dan pembangunan, Komisi ─║ll DPRD kabupaten bogor, beberapa kepala SKPD dan Muspika Kecamatan Rumpin yang di wakili Danramil Rumpin, M. Hasa Bisri, Selasa (19/09/17).

Koordinator MPB Atiek Yulis Setyowati, mengatakan bahwa keberadaan Markas Pejuang Bogor (MPB), disini membantu segala permasalahan dengan mencari solusi yang terbaik, dan bergerak bukan dengan kekerasan tapi lebih kepada pendekatan yang Smart, Maksud dan tujuan dari pertemuan ini bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, akan tetapi melakukan musyawarah mupakat mencari solusi bersama.

"Sehubungan dengan permasalahan Rumpin yang sudah bertahun-tahun tidak ada solusi pemecahannya.
Permasalahan Rumpin akan menjadi langkah awal untuk kita mencari solusi pemecahan permasalahan dari semua kebijakan-kebijakan pemerintah khususnya pemda kabupaten bogor kedepannya,”Ujarnya.

Di tempat yang sama, Yani Hasan Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bogor, menuturkan, dalam kesempatan tersebut menyikapi berbagai hasil rapat beberapa waktu lalu yang menjadi harapan dari MPB, sekaligus memimpin dialog dengan para pengusaha galian dan transporter.

"Dengan hasil rapat tadi kita mebahas masalah jalan rumpin untuk perbaikan, nanti kedepanya kita akan membuat aturan kendaran yang bervolume besar di batasi aja," pungkasnya.


Yatno Salah satu perwakilan tambamg dari PT Lola Laut Timur ( Lola ) menuturkan, sampai hari ini Quary terus melakukan sosialisasi untuk perawatan jalan dari Janala sampai Prumpung, melalui cost sharing (setiap perusahaan dikenakan beban biaya sesuai kapasitas jenisnya berupa uang dan material). Dari cost sharing di pergunakan untuk pembiayaan penyiraman jalan yang rusak dari Gunung Sindur ke Prumpung dan Jalan ke Cicangkal.

"Di kerjakan harian demikian pula dengan pembiayaan tenaga harian.
mudah-mudahan peningkatan jalan dengan adanya pertemuan hari ini akan ada titik temu dan Solusinya,” harapnya. ( CW,CR).
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita