HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Izin Perusahaan Tambang Di Rumpin Kadaluarsa

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 28 November 2016 | 20.47


Rumpin - Warga Kampung Gunung Cabe RT 04/04, Desa Cipinang, Kecamatan Rumpin, mempertanyakan keberadaan perusahaan semen yang membuka usaha galian di areal milik PT. Kaila Citra Quarindo (KCQ). Warga mendesak aparat terkait baik di Pemerintahan Kabupaten Bogor maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat meninjau lokasi tambang atau quary milik PT. KCQ.
“Para pengambil kebijakan di Pemerintahan Kabupaten Bogor dan Pemprov Jawa Barat, jangan diam saja. Jangan biarkan warga Kecamatan Rumpin, khususnya Desa Cipinang menderita terus menerus, akibat adanya galian C,” kata sejumlah warga kepada Jurnal Bogor, Senin (28/11).

Warga mengaku hanya bisa pasrah menyaksikan alam yang berada di kampungnya rusak. “Kalau melihat kondisi alam kampung kami saat ini, rasanya ingin menangis, bisa dilihat sendiri kan kerusakan alam di lokasi, Kami punya heran,  Pemerintah Kabupaten Bogor tega, demi mengejar pendapatan mengorbankan kepentingan rakyat,” keluhnya.
Ketua RT setempat mengungkapkan, warga Kampung Gunung Cabe, kehidupannya jauh dari kata sejahtera, kendati di kampungnya beroperasi perusahaan tambang besar dan mendatangkan keuntungan berlipat ganda. “Kami tak punya kekuatan untuk melakukan protes, karena sekeras apapun teriakan kami, soal penderitaan tak mungkin didengar atau direspon oleh para pengambil kebijakan baik di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Bogor maupun Pemprov Jabar,” ungkapnya.

RT tersebut pun mengaku bosan dengan janji-janji melakukan penertiban yang dilontarkan para pejabat atau pengambil kebijakan. “Kalau mereka serius, jangan hanya wacana saja, di Rumpin ini, ada dugaan sejumlah perusahaan tambang yang izin operasionalnya diragukan,” ujarnya.
Personalia PT. Kaila Citra Quarindo, Shalehudin ketika dikonfirmasi Jurnal Bogor membenarkan, areal tambang yang dikelolanya dijalankan bersama salah satu perusahaan semen. “Ya benar, izin quary atau tambang milik sebuah perusahaan semen menyatu dengan PT. KCQ.Langkah kami ini mengikuti perusahaan lain,” katanya.
Ketika disinggung soal tanggung jawab perusahaan kepada lingkungan termasuk mereklamasi areal bekas tambang, Shalehudin mengaku, perusahaannya belum memikirkan masalah tersebut. “Meskipun kami tahu, mengalokasikan sebagian kecil keuntungan perusahaan untuk program CSR dan menghijaukan kembali areal bekas tambang kewajiban,  tapi kami akui itu rencana itu belum  terpikirkan,” pungkasnya. (Iwan S. Pamungkas)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita