HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Pembangunan BTS Ganggu Dunia Pendidikan

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Selasa, 30 Agustus 2016 | 17.57

Warga Pertanyakan Pembangunan BTS Di Dekat Sekolah

Parung - Proyek pembangunan menara base transceiver station (BTS) atau sarana infrastruktur alat komunikasi yang berada di Kampung Gotong Royong RT 2 RW 6 Desa Cogreg dipertanyakan warga. Pasalnya, pembangunan BTS atau yang lebih dikenal masyarakat dengan sebutan tower itu, berada tak jauh dari sebuah sekolah PAUD dan SDIT.

“Kami mempertanyakan soal legalitas perizinan pendirian tower tersebut. Apalagi jaraknya hanya sekitar 10 meter dari sarana pendidikan PAUD dan SD sebuah yayasan.“ Ungkap seorang warga yang enggan namanya dikorankan melalui pesan singkat kepada media.

Saat Jurnal Bogor melakukan penelusuran ke lokasi, ternyata memang benar sedang dilakukan proses penggalian untuk pondasi menara BTS tersebut. Tak jauh dari lokasi, berjarak sekitar 10 meter, berdiri sebuah bangunan sekolah PAUD dan SDIT milik yayasan Al-Faattaah. “Memang benar rencana pendirian tower itu akan dilakukan disini. Kebetulan pemilik lahannya adalah saudara kandung saya. Cuma kalau perusahaan yang akan menyewa lahan itu, saya kurang tahu dan faham,“ ujar Yayan Sopian, ketua Yayasan Al-Faattaah saat ditemui Potret Bogor, Selasa (30/8).

Alumnus UIN Syarif Hidayatulloh Jakarta ini mengungkapkan, awalnya beberapa warga beserta dirinya, menolak keras rencana pendirian menara BTS tersebut. Namun karena berbagai pertimbangan, dia mengaku, akhirnya menyetujui hal tersebut. “Pada saat itu saya menolak karena berfikir dampak negatif dari adanya tower itu. Ya soal radiasi atau takut petir. Apalagi ada sarana pendidikan yang diisi sekitar 70 siswa setiap harinya.“ cetusnya. mengungkapkan. Sementara saat

Saat Jurnal Bogor menelusuri pihak pemilik tanah maupun perusahaan telekomunikasi yang menyewa tempat itu dan sampai berita ini diturunkan kedua pihak tersebut belum dapat dimintai keterangan terkait kebetatan warga dan sekolah.

Terpisah dimintai tanggapannya terkait hal ini, Kepala Desa Cogreg Suherdi mengungkapkan, belum mengetahui adanya keluhan warga. Namun menurutnya, rencana dan kegiatan pendirian menara BTS tersebut, secara administrasi sudah diketahui dan dilaporkan oleh pihak aparatur pimpinan di lingkungan yaitu, Ketua RT, Ketua RW dan perwakilan BPD setempat. Selain itu, kata Suherdi, Pemerintah Desa (Pemdes) Cogreg juga sudah menerima, semua lampiran persyaratan administrasi yang menjadi kewajiban perusahaan kepada warga sekitar. “Diantaranya lampiran surat persetujuan/izin warga berupa tanda tangan dan foto copy KTP warga sekitar. Termasuk surat pernyataan warga yang tidak keberatan adanya pendirian BTS itu,“ tuturnya saat di temui Jurnal Bogor di kantornya.

Sebagai pelayan masyarakat, ujar Suherdi, aparatur Pemdes Cogreg meminta jika ada pihak yang keberatan terkait pendirian tower itu, agar mengajukan surat keberatan resmi melalui Pemdes Cogreg. “Tentu kami melayani semua pihak, baik investor atau warga. Selama prosedur dan tata cara teknisnya benar dan sesuai aturan.“ pungkas Kades.(wan Pamungkas/Marsudin)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita