HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Warga Demo Unik Dengan Tak Berpuasa

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 12 Juni 2016 | 22.36

WARGA CLASTER LEOPARD SAMUDRA RESIDENCE DEMO MOGOK PUASA


TAJURHALANG - Perusahaan pengembang perumahan di Kabupaten Bogor kini tidak lagi mempedulikan hak bagi konsumennya. Mereka hanya mengejar keuntungan jangka pendek setelah di terimanya aplikasi kredit konsumen oleh pihak Bank penjamin kredit. Seperti dialami 215 warga perumahan Cluster Leopard Perumahan Samudera Residence Desa Sasak Panjang Kecamatan Tajur Halang Kabupaten Bogor.



Mereka menuntut kepada pihak Pengembang perumahan PT. Cipta Eka Tama Untuk membangun fasilitas jalan umum yang memadai karena jalan di perumahan tersebut masih jalan tanah termasuk berbagai sarana lainnya. Kesal dengan janji-janji pihak pengembang perumahan, para penghuni perumahan The Samudra Residence khususnya Claster Leopard melakukan aksi mogok puasa dan tanam pisang, di sekitar area perumahan tersebut, Minggu (12/6).



Aksi yang digelar mulai pukul 15:00 WIB ini, diikuti 78 kepala keluarga dari 215 kepala keluarga yang ada di claster leopard tersebut. “Sudah bertahun-tahun kami hanya mendapatkan janji dari pengembang atau developer perumahan ini. Namun hingga sekarang, tak kunjung direalisasikan. Makanya rumah yang kami beli sangat tak layak seperti umumnya sebuah perumahan.“ Cetus Rio (40), salah satu koordinator aksi demo tersebut kepada Potret Bogor, Minggu (12/6).



Rio menambahkan, 215 warga Perumahan The Samudra Resindent claster Leopard sepakat untuk mogok puasa, hingga tuntutan mereka direalisasikan. Alasan warga melakukan demo mogok puasa, lanjutnya, karena merasa pahala puasa mereka terkotori akibat gibah atau ngomongin kejelekan orang-orang PT . Warga juga selalu diliputi rasa marah dan benci karena kebohongan orang-orang PT yang seperti tinggal perkampungan kumuh. “kualitas bangunan rumah juga sangat buruk, karena belum lama dibangun tapi kondisi rumah sudah rusak,“ paparnya dengan nada kesal.



Warga juga mengancam akan melakukan aksi demo susulan jika tuntutan mereka tidak diindahkan pihak pengembang/developer. “Kalau perlu akan kami lakukan aksi lempar telur busuk.“ Tandas Rio



Warga lainnya Supriyanto menuturkan, sudah beberapa kali warga meminta penjelasan kepada perusahaan pengembang namun tidak di respon, bahkan dari kantor pemasaran sendiri seolah lepas tangan dan melemparkan tanggung jawab ke divisi lainnya. Sehingga tampak jelas apabila perusahaan pengembang tidak memiliki itikad baik dengan konsumennya.



Dalam tuntutannya, warga juga meminta pihak developer segera merealisasikan janji-janjinya seperti, jalan aspal, memberi keamanan kepada warga perumahan dengan membangun tembok mengitari perumahan layaknya perumahan claster dimanapun dan memberikan sumur bor beserta mesinnya yang menjadi hak para penghuni perumahan claster tersebut. “kami warga claster leopard, juga meminta segera direalisasikan komplain terkait kerusakan rumah seperti atap yang bocor dan tembok yang ambrol,“ tegasnya.



Pantauan Potret Bogor, aksi ini tidak mendapat respon pihak pengembang, kantor pemasaranpun tampak sepi tanpa ada seorang pegawaipun disana. Dari informasi yang dikumpulkan Jurnal Bogor, saat ini pengembang perumahan di Samudra residence mulai berganti dari PT. Cipta Eka Tama kepada PT. Elang Gumilang. Masa transisi itu juga  yang menjadikan permasalahan baru di cluster perumahan tersebut.(Iwan/Firman)
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita