HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Pabrik Baso Di Gerebek Mabes Polri

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Sabtu, 18 Juni 2016 | 12.59

DIREKTORAT TINDAK PIDANA NARKOBA MABES POLRI GEREBEK PABRIK BAKSO

KEMANG - Sebuah pabrik pembuatan bakso bernama CV. Monalisa yang berlokasi di Kp. Parakan RW 4 Desa Kemang Kecamatan Kemang Kabupaten Bogor, digerebek dan didatangi puluhan aparat Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.

Dipimpin langsung Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri Brigadir Jendral Polisi Drs Dharma Pongrekun MM MH, seluruh bangunan tempat produksi dan gudang penyimpanan bahan baku serta hasil produksi bakso di area pabrik tersebut diperiksa dan digeledah petugas.

“Pabrik bakso ini diduga memproduksi bakso dengan menggunakan bahan-bahan berbahaya berupa tawas,“ ujar Dharma kepada Potret Bogor dan sejumlah awak media cetak dan elektronik, Jum'at (17/6).

Direktur Tindak Pidana Narkoba ini memaparkan, terungkapnya pabrik bakso yang menggunakan tawas sebagai bahan pembersih dan pengawet ini adalah hasil informasi dari masyarakat.

“Sebelumnya sudah dilakukan penyelidikan mendalam oleh Tim Lidik Subdit 3. Hasilnya, proses produksi di pabrik ini, menggunakan bahan berbahaya berupa tawas yang didapatkan dari toko di wilayah Bekasi,“ ungkapnya.

Pabrik yang memiliki jumlah karyawan sebanyak 140 orang ini, lanjutnya, memproduksi berbagai merk bakso diantaranya, bakso sapi polos bangka, baso sapi tenis bangka brekele, baso daging sapi kaya rasa & gizi bangka, baso sapi asli super polos dan baso daging sapi bangka tenis urat. “Kita sudah menetapkan seorang tersangka inisial HSN, laki-laki, usia 56 tahun, warga Bogor sebagi pemilik pabrik bakso,“ paparnya.

Brigjen Polisi Dharma Pongrekun menamgahkn, dari hasil keterangan tersangka HSN, pabrik bakso ini mampu memproduksi 1,5 ton bakso setiap harinya. Pabrik yang sudah melakukan produksi selama tiga (3) tahun ini juga tidak memiliki ijin produksi dan berbagai ijin lainnya. “Estimasi keuntungan yang diperoleh setiap harinya mencapai 3 sampai 5 juta rupiah. Jika dikalkulasikan keuntungan mereka selama tiga tahun mencapai 4,5 miliard rupiah,“ bebernya.

Selain itu, masih kata Dharma, aparat Dittipid Narkoba Mabes Polri juga telah menyita  beberapa barang bukti diantaranya 60 karung tawas dengan total berat 3000 kilogram, puluhan jerigen cairan caramel dan ribuan butir baso dalam kemasan siap jual. “Hasil produksi tersebar di wilayah Jabodetabek. Kita akan terus berupaya mengungkap jaringan peredarnnya.  Termasuk akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan Badan POM RI guna menguungkap kegiatan produksi pangan ilegal,“ terangnya.

Terkait modus operandi dan dan hukuman ancaman pidana yang akan dikenakan kepada tersangka, Direktur Tindak Pidana Narkoba Mabes Polri mengungkapkan bahwa, bakso yang diproduksi jelas menggunakan bahan berbahaya berupa tawas yang jika dikonsumsi rutin akan sangat berbahaya buat kesehatan manusia.

Sementara pasal yang akan disangkakan adalah pasal primer yaitu UU Pangan pasal 71 ayar (2) dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak 4 miliar rupiah. Sedangkan pasal subsider yang disangkakan adalah UU Pangan pasal 86 ayat (2) dengan ancaman 2 tahun penjara dan denda sebesar 4 miliar rupiah. “Kita akan terus kembangkan kasus ini, termasuk menyelidiki jaringan pembuatan bakso ini termasuk para pemodalnya.“ Tegas Brigjen Polisi Dharma Porengkun. (Iwan)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita