HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Kawasan R3 Jadi Ajang Bisnis Oknum Tertentu

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Jumat, 29 April 2016 | 17.12


Kota Bogor - Penataan pedagang bunga yang berada di kawasan Jalan Regional Ring Road (R3) diduga menjadi lahan bisnis oknum tidak bertanggung jawab.

Pasalnya, para pedagang bunga yang berada di sepanjang jalan tersebut dimintai dana sebesar Rp 1 juta hingga Rp 1,1 juta rupiah setiap kiosnya dengan alasan untuk pembuatan taman dan membeli tanaman yang ada di tengah jalan (Jalur Pemisah) jalan tersebut.

Salah seorang pemilik kios yang identitasnya enggan di publikasikan mengakui, dirinya dan pedagang lainnya dimintai anggaran Rp 1.100.000 untuk pembangunan taman di jalur pemisah tersebut oleh Marjoko selaku koordinator pedagang bunga dikawasan tersebut yang juga mengaku ada kedekatan dengan Camat Bogor Timur, Sujatmiko Baliarto dan Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

"Setiap pedagang disini dimintai dana masing-masing Rp 1,1 juta dengan alasan untuk membangun taman di jalur pemisah,"ungkapnya kepada potretbogornews.com, Rabu (27/4/16).

Selain itu, masih kata dia, para pedagang juga diwajibkan untuk membangun trotoar dan mengeluarkan biaya sendiri untuk membeli kastin dan vaving block. "Bahkan, untuk pengecatan trotoar pun kami yang mengerjakan," ujar salah satu pedagang bunga eks relokasi dari Jalan Sukasari tersebut.

Baginya, hal tersebut memang tidak menjadi masalah. Namun seharusnya ada keterbukaan. "Bukankah jalan ini dibangun dan seharusnya dibiayai oleh pemerintah, lantas dikemanakan anggaran tersebut jika masih dibebankan kepada kami," cetusnya.

Ia juga mengatakan, sejak direlokasinya kios-kios yang berada di Jalan Sukasari ke lokasi yang ia tempati saat ini, penghasilan para pedagang tersebut menurun secara drastis. "Biasanya kalau di Sukasari kami mendapatkan hasil penjualan rata-rata Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta perhari, sejak pindah kesini paling tinggi penghasilan kami hanya Rp 100 hingga 200 ribu,"ujarnya.

Karena itu, para pedagang sangat menyayangkan kebijakan Pemkot bogor yang terlalu dini memindahkannya ke lokasi saat ini.

"Sedangkan rencananya tempat yang lama (Sukasari,Red) akan di bangun pada tahun 2018 mendatang. Sekarang tempat disana malah berantakan tidak beraturan," tambahnya.

Sementara, saat akan dikonfirmasi Kepala Bidang Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Bogor, Yadi Cahyadi sedang tidak ada ditempat. "Sedang keluar pa," jelas salah seorang stafnya. (IB/JAmil)
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita