HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Sebanyak 170 Rumah Warga Miskin Di Renovasi

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Jumat, 07 Agustus 2015 | 11.09



Tangsel,potretbogornews.comSekitar 170 rumah warga miskin dan 62 unit balai warga di tujuh kecamatan Kota Tangerang Selatan (Tangsel) kurun waktu tahun 2015 dana yang disiapkan sekitar Rp 22,1 miliar dan bentuk rumah yang diperbaiki bercorak blandongan.

Untuk bedah rumah hingga pertengahan tahun 2015 sudah selesai dikerjakan sekitar 36 unit dan balai warga sebanyak 34 unit.

“Kami memang terus berupaya meningkatkan mutu dan kualitas bedah rumah warga miskin termasuk balai warga yang dilaksanakan sesuai program pengentasan kemiskinan di Kota Tangsel,” kata Kepala Dinas Tata Kota Bangunan dan Pemukiman (DTKBP) Tangsel, Dendy Priandana didampingi Kepala Bidang Pemukiman DTKBP setempat, Carsono.

Perbaikan rumah warga miskin sesuai ajuan dari Musrenbang awal tahun lalu diperkirakan sekitar 170 unit rumah warga mendapatkan prioritas perbaikan dan 36 unit diantaranya telah selesai dikerjakan serta 62 unit balai warga yang telah selesai dikerjakan 34 unit sedangkan sisanya secara bertahap hingga akhir tahun 2015 harus selesai dikerjakan.

Menurut dia, anggaran per unit rumah yang diperbaiki sekitar Rp 65 juta dengan komposisi material bangunan, tukang dan kernet sebanyak 5 orang/unit untuk luas lahan tidak lebih dari 30 meter dengan bukti surat resmi seperti sertifikat, hibah dan keterangan lain hingga surat pengajuan yang dilakukan warga, tokoh warga hingga pengurus RT dan RW setempat.

Tak hanya membantu warga miskin untuk mendapatkan rumah layak huni dan angka penggangguran saja karena warga disekitar lokasi rumah yang diperbaiki atau dibedah juga dimanfaatkan tenaganya untuk membangun rumah tersebut termasuk pemilik toko material yang membantu terlebih dulu memberikan bahan material setelah selesai baru dibayar.

“Untuk dana berasal dari APBD Kota Tangsel yaitu bedah rumah warga miskin sebesar Rp 11 miliar dan untuk balai warga sebesar Rp 11,160 miliar,” ujar Dendy Priyandana yang menambahkan luas lahan balai warga lebih besar dibandingkan rumah warga yaitu ukuran 4X9 meter persegi atau 6 X 8 meter persegi yang bermanfaat untuk kegiatan warga baik rapat maupun pertemuan lainnya.

Kegiatan bedah rumah dan perbaikan balai warga tahun 2015 ini ada perubahan tema dari tahun sebelumnya yaitu perbaikan rumah seperti biasa tapi sekarangan memiliki konsep kearifan local dengan corak blandongan dengan bentuk panggung, tambah Carsono yang berharap masyarakat dapat ikut sejarah Kota Tangsel.

“Kehadiran rumah bersirikan blandongan tentunya memiliki arti tersendiri dan penting bagi warga maupun masyarakat Kota Tangsel untuk memahami serta mengingat bentuk serta ciri khas rumah blandongan di Kota Tangsel,” tuturnya.

Di tempat terpisah, anggota Komisi 4 DPRD Kota Tangsel, Drajat S, mengaku senang dan mendukung penuh program Pemkot Tangsel berkaitan bedah rumah warga miskin serta balai warga termasuk ruang terbuka di tujuh kecamatan.

“Dengan ciri khas blandongan diharapkan mampu menciptakan karakteristik warga Kota Tangsel terlepas dari mana mereka asal mulanya tapi setelah bertempat tinggal di Kota Tangsel mau tak mau harus mengenal dan mencintai kota ini,” tuturnya.

“Terlebih usulan ini dari jajaran anggota DPRD setempat untuk merubah atau memperbaiki rumah warga miskin yang dibedah maupun balai warga bercirikan blandongan.”tutupnya.(Sani)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita