HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Kejari Cibinong Ungkap Kasus Korupsi Di RSUD Leuwiliang

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Jumat, 26 Juni 2015 | 19.18



Bogor,potretbogornews.com - Kejaksaan Negeri Cibinong berhasil mengungkap adanya tindak pidana korupsi, pada proyek pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Leuwiliang yang terjadi pada tahun 2013 silam. Dalam kasus tersebut, pihak Kejari menetapkan dua orang tersangka yakni Helmi Adam salah satu pegawai negeri sipil dibawah Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, yang bertindak sebagai pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Geri Aleksander Davit SH yang merupakan direktur PT. Malanko sebagai kontraktor pelaksana.

Kepala Kejari Cibinong, Lumumba Tambunan menjelaskan, tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh kedua tersangka karena diduga melakukan subkontrak pengerjaan pokok. 

“Dugaan tindak pidana terjadi pada tahun 2013 lalu, dimana pada saat itu Pemkab Bogor mendapat dana bantuan APBD dari Provinsi Jawa Barat sebesar 14,9 miliar rupiah. Dan PT. Malanko menjadi pemenang lelang dengan mengajukan penawaran di angka 14, 4 miliar rupiah. Namun ternyata, dalam pengerjaannya pihak kontraktor melakukan subkontrak pengerjaan kepada perusahaan lain. Tersangka Helmi Adam yang menjadi PPK membuat kontrak kerja dengan durasi dari tanggal 1 Juli hingga 27 November 2013, namun proyek baru dirampungkan pada 14 Februari 2014,” ungkap Lumumba ketika konferensi pers. Kamis (25/06/2015).

Menurut dia, pengerjaan subkontrak itu sendiri terjadi pada pemasangan tiang pancang yang disubkontrak kepada kontraktor PT. Pantoville serta pengerjaan electrical ke PT. Cahaya Prima Elektrida. “Atas adanya pengalihan pengerjaan tersebut, membuat kami menurunkan auditor teknis dari Politeknik Institut Teknologi Bandung (ITB-) untuk memeriksanya. Karena menurut kuantitas kelebihannya mencapai Rp 2,5 miliar, serta tindakan subkontrak, yang bertentangan dengan Keppres tahun 2010 dan melanggar kontrak itu sendiri,” tuturnya.

Lumumba kembali menambahkan, kedua tersangka dijerat dengan dua pasal berlapis yakni pasal 2 ayat 1 dan pasal 3 junto pasal 18 undang-undang tindak pidana korupsi dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara.(Erik/Igon)




Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita