HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Inah Terharu Dapat Program RTLH

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 31 Mei 2015 | 02.06

 
Kab.Bogor,potretbogornews.com - Sudah puluhan tahun perempuan tua yang sangat sederhana ini, harus hidup seorang diri sambil harus mengurusi 4 (empat) orang anaknya yang masih kecil-kecil. Iapun harus banting tulang jadi buruh tani atau buruh cuci, guna membiayai hidup dan sekolah anak-anaknya tersebut. “Ketika suami saya meninggal dunia,hanya satu yang saya fikirkan. Bagaimana saya bisa dapat kerjaan dan punya uang untuk menghidupi anak-anak saya.“ Papar Inah (65) warga Kampung Kaum RW 5 Desa Pabuaran Kecamatan Kemang.

Sambil meneteskan airmata, Inah mencoba membuang kenangan pahit perjuangan hidupnya sebagai seorang janda demi kehidupan anak-anaknya. “Jangankan berfikir membangun rumah,untuk mencari makan saja sudah susah. Alhamdulillahh ada bantuan dari pemerintah.“ Ujarnya.

Inah sangat berterima kasih atas bantuan yan diterimanya tersebut. “Hati saya senang sekali.puluhann tahun rumah berpagar bilik dan kayu-kayu nya pun sudah keropos. Makanya saya mengadu ke pak RW dan pak LPM minta bantuan.“ Terangnya.

Inah, adalah salah seorang warga penerima manfaat program rumah tidak layak huni (RTLH) tahun 2015 yang sudah mulai dilaksanakan di Desa Pabuaran Kecamatan Kemang. Sementara itu, Ketua LPM Desa Pabuaran Asmawi, menerangkan bahwa tahun anggaran 2015 ini ada 20 unit rumah warga yang menjadi rumah tangga sasaran program pembangunan rutilahu/RTLH.

“Sebetulnya masih sangat banyak yang membutuhkan,tapi kuota kan terbatas. Makanya kami gunakan skala prioritas penerima manfaat. Yaitu rumah warga yang kondisinya sudah sangat tidak layak huni.“ Papar Asmawi yang juga Penanggung Jawab Operasional Kegiatan (PJOK) program. (Mz/Alan).

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita