HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Truk Bertonase Dilarang Lewat Puncak

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 30 Maret 2015 | 17.47


Bogor,potretbogornews.com Polres Bogor melarang truk bertonase besar melintasi di jalur Puncak baik siang maupun malam. Langkah ini diambil, guna mencegah jatuhnya korban baik luka maupun meninggal dunia seperti yang sering terjadi. Jalur di kawasan wisata berhawa sejuk yang menurun dan berkelok serta licin saat turun hujan, menjadi penyebab seringnya kecelakaan maut di jaliur penuh hamparan perkebunan teh ini.

Kondisi kendaraan yang kurang layak saat membawa muatan di jalan menurun, juga menjadi faktor penting lain dari kecelakaan. Kasat Lantas Polres Bogor, AKP Bramastyo Priaji mengaku, plang larangan melintas bagi semua truk dengan jumlah ban 10 sudah terbentang sepanjang jalur wisata.Jika masih ada yang melanggar, maka akan dikenakan UULAJ Nomor 22 tahun 2009. “Sanksinya di tilang. Kendaraan besar akan di putarbalik atau dialihkan ke jalur Bogor, Cianjur, Sukabumi (Bocimi). Jalur sukabumi itu datar jadi dampak kecelakaan sangat minim,”kata AKP Bramastyo, Senin (30/3/2015) siang.

Menurutnya, larangan itu bertujuan untuk menghindari terulangnya kecelakaan lalu lintas di jalur Puncak akibat rem blong.“Plang larangan untuk bertonase besar melintas di jalur Puncak sudah kita pasang baik di tol maupun selepas Gerbang Tol (GT) Ciawi,” paparnya.

Di jalur yang terpasang plang larangan, akan ditempatkan Petugas Lalu Lintas Polres Bogor di Ciawi dan pos 2 Bandung Gadog, di ruas tol Jagorawi selepas Gerbang Tol (GT) Ciawi.“Keberadaan petugas ini, guna mengarahkan truk ke arah Sukabumi bagi truk dari arah Jakarta menuju Cianjur atau Sukabumi sendiri,”ujar AKP Bramastyo.

Untuk itu, dirinya akan berkoordinasi dengan Polres Cianjur untuk pengalihan truk dari Cianjur menuju Bogor atau Jakarta. “Intinya semua truk besar, harus lewat jalur Sukabumi,” kata Bramastyo Priaji.

Sebelumnya, AKBP M Agung Suyono, Kasubdit Gakkum Dirlantas Polda Jabar mengaku, kecelakaan maut yang melibatkan truk tronton di jalur Puncak beberapa waktu lalu yang menewaskan dua orang dan melukai tujuh orang, disebabkan truk mengalami lolos rem akibat dari beban yang dibawa.

“Aturan truk dengan tonase besar tidak boleh melintas di jalur Puncak, guna menjaga keselamatan sopir dan warga pengguna jalan lainnya,”katanya.

AKBP Agung menambahkan, selama ini banyak sopir truk yang membandel dengan tetap melintasi jalur Puncak. “Jika masih nekat, tindakan tegas diambil petugas dilapangan,”tandas AKBP Agung. (Wan )
Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita