HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Verifikasi Menuju Kabupaten Bogor Sehat

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Sabtu, 28 Februari 2015 | 01.10


Bogor,potretbogornews.com - Sejalan dengan visi Kabupaten Bogor menuju kabupaten termaju di Indonesia, pemerintah daerah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) mengembangkan program Kabupaten Bogor Sehat.


Guna melihat perkembangan dan aplikasi dari 9 tatanan kabupaten sehat, tim dari Provinsi Jawa Barat melakukan verifikasi langsung ke lapangan, Kamis (26/2), bertempat di Ruang Rapat Pendopo Bupati Bogor, Kompleks Perkantoran Pemkab Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda), Adang Suptandar menerima kedatangan para juri.

Menurut Ketua Tim Pembina Kabupaten/Kota Sehat Provinsi Jawa Barat, R. Julianto, Kabupaten Bogor masuk bersama 23 kota/kabupaten lainnya untuk dilakukan verifikasi dan nantinya mendapat penghargaan.“Ini adalah program awal pembangunan masyarakat yang sehat dan mandiri. Programnya sudah jalan dari 2005 lalu. Intinya bagaimana semua program pemerintah daerah bisa benar-benar dirasakan masyarakat dan mereka terlibat langsung di dalamnya,” urainya.

Masih kata dia, ada 9 tatanan kabupaten/kota sehat yang dinilai dari setiap daerah. Diantaranya, kawasan pemukiman, sarana/prasarana umum, sarana lalu lintas tertib dan pelayanan transportasi, kawasan pertambangan sehat, hutan sehat, industri dan perkantoran sehat, pariwisata sehat, kawasan pangan dan gizi, kehidupan masyarakat yang sehat mandiri, serta kehidupan sosial yang sehat.

Dilanjutkannya, untuk mewujudkan hal tersebut, Pemkab tidak boleh berjalan sendiri. Tetapi, harus mendapat dukungan dari berbagai komponen. “Kita harus temukan tim pembina teknis kabupaten sehat, forum kabupaten sehat, forum komunikasi desa/kelurahan sehat, hingga kelompok kerja,” bebernya.

Selain hal pokok tersebut, tim verifikasi juga akan melihat inovasi yang dilakukan daerah dalam mengembangkan program kota/kabupaten sehat. Ia mencontohkan, dari sejumlah daerah yang sudah dilakukan penilaian, terdapat hal baru yang patut diacungi jempol.
Misalnya saja, Kota Bandung yang membuat konsep penanganan kasus gizi buruk dimana para ibu PKK membuat cooking centre untuk memasak dan memberi makan anak yang masuk golongan penyakit ini. 

Sementara itu, Adang Suptandar meyakini Kabupaten Bogor akan masuk ke dalam nominasi dan mendapat penilaian ke tingkat nasional. “Harus optimis karena memang kita sudah siapkan dan sejalan dengan Visi Kabupaten Bogor Termaju di Indonesia. Bahkan di 3 penciri menyangkut kesehatan,Intinya kita wujudkan kabupaten yang sehat dan masyarakatnya juga sehat” ungkap Sekda.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Bogor, Camalia W. Sumaryana menjelaskan, kebijakan pemerintah daerah sangatlah sejalan dengan program Kabupaten Bogor Sehat.
Bahkan 3 dari 25 penciri kabupaten termaju, memuat capaian kesehatan. Diantaranya, seluruh Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dan puskesmas terakreditasi, seluruh masyarakat mendapat jaminan kesehatan, serta Angka Harapan Hidup (AHH) tertinggi di Indonesia.“Sejumlah peraturan daerah juga sudah dibuat untuk mengatur tentang kesehatan. Diantaranya perda tanggungjawab sosial dan lingkungan perusahaan, pengolahan sampah, Kawasan Tanpa Rokok (KTR), serta revitalisasi pertanian,” paparnya.

Camalia menjelaskan, dari sisi kebijakan anggaran, pemerintah bahkan menurunkan hingga Rp 100 miliar untuk membayar premi jaminan kesehatan daerah (Jamkesda) sepanjang tahun 2014 lalu. Sedangkan, sejak diluncurkan oleh pemerintah daerah, jamkesda mampu meng-cover 372.642 jiwa masyarakat miskin dan masyarakat yang dimanfaatkan tenaganya untuk membantu pembangunan di Kabupaten Bogor.

Selain itu, Pemkab juga melaksanakan perbaikan puluhan ribu Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) untuk memberikan jaminan kesehatan pada setiap keluarga, khususnya dari kalangan tidak mampu.“Untuk jaminan kebersihan udara, pemerintah juga sudah mengadakan uji emisi untuk 41.154 unit kendaraan bermotor. Ditambah, pelaksanaan penanaman pohon di sejumlah kawasan untuk menghijaukan lingkungan,” tuturnya.

Camat Tajurhalang, Nurhayati dalam pemaparannya menjelaskan ada sejumlah kebijakan yang diambil untuk mewujudkan kecamatan sehat di kawasannya. Pihaknya mendirikan kawasan pemukiman sehat dan melakukan rehab di sejumlah rumah sejak 2013 lalu. “Kami juga membuat pengolahan rumah 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di Desa Sukmajaya, Nanggerang dan Tonjong. Ditambah penghijauan di Desa Tajurhalang, Tonjong, Sasakpanjang dan Nanggerang,” jelas Nur.

Ditambahkannya, setiap rumah tangga juga mendapat dukungan untuk membuat taman hatinya PKK. Dimana, tanaman dan sayuran untuk kebutuhan dapur ditanami di pekarangan rumah. Sehingga, menghemat pengeluaran rumah tangga. “Dinkes juga membangun puskesmas dengan poned di Tajurhalang. Selain itu, guna memberikan manfaat multifungsi bagi kesehatan, pendidikan, ekonomi, sosial dan budaya, Tajurhalang sudah memiliki 83 posyandu dan 84 posbindu yang tersebar di 7 desa,” tandasnya.(Wan)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita