HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Akibat Limbah Petrnakan Sapi Sebabkan Para Petani Ikan Hias Rugi

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 25 Februari 2015 | 22.52


Bogor,potretbogornews.com - Ratusan orang petani ikan hias yang tergabung dalam puluhan kelompok tani di sekitar Setu Lengkong Barang Desa Jampang Kecamatan Kemang mengeluhkan keberlangsungan usaha peternakan mereka. Pasalnya sudah beberapa tahun terakhir usaha mereka sering mengalami kerugian karena adanya pembuangan limbah kotoran hewan,dari sebuah peternakan sapi yang berada tak jauh dari kolam-kolam ikan hias milik warga. "jika musim hujan air limbah ternak terbawa semua ke kolam. jika musim panas suhu panas air makin tinggi. dua hal itu membuat ikan hias peliharaan kami sering mati. otomatis kerugian harus kami tanggung tanpa bisa berbuat apa-apa" ujar Kaman (45) Ketua Poktan Mitra Tani kepada potretbogornews.com. (25/12/15).


Kaman juga menjelaskan, para petani ikan hias yang sebagian besar adalah warga RW 3 dan RW 2 Desa Jampang,sudah beberapa kali melakukan protes secara lisan terhadap peternakan sapi tersebut.bahkan warga pada tahun 2013 sudah melayangkan surat protes lewat Pemerintah Desa Jampang, namun sama sekali belum ada tanggapan. "kami juga sering keluhkan hal ini kepada dinas perikanan, ke kecamatan dan lain-lain.tapi sampai saat ini belum ada tindak lanjutnya." ujar Kaman, yang juga Ketua RW 3 Desa Jampang. 

Hal senada diungkapkan Maman (38) Ketua Poktan Maju Muda Bersama,yang menjelaskan bahwa akibat limbah kotoran sapi tersebut selain menebar bau tak sedap dan air menjaadi kotor,bahkan sering membuat ikan mati. "kadang kita merugi sampai puluhan juta rupiah karena gagal panen." Ujarnya.

Pengacara senior dari LBH Keadilan Bogor Raya, Sugeng Teguh Santoso yang dimintai tanggapannya terkait hal tersebut mengatakan, bahwa para petani ikan hias bisa saja mengajukan gugatan ganti rugi kepada Pemerintah Daerah dan pengusaha ternak sapi. "namun sebelum itu terjadi hendaknya pihak terkait membuka ruang mediasi kepada kedua belah pihak." tegasnya. 

Sugeng juga menjelaskan,proses mediasi tersebut guna mencari solusi atas kerugian warga dan melakukan perencanaan terhadap pengelolaan limbah. Sementara itu Kasubid penyelesaian sengketa limbah Balai Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bogor, Indi, mengaku jika pihaknya belum menerima laporan keluhan warga tersebut.namun begitu dirinya mengaku menerima segala aspirasi masyarakat yang sampai kepadanya. "kami akan kaji dulu informasi ini,jika memang benar terjadi tentu tak menutup kemungkinan jika pihak BLH akan mengecek langsung permasalahan ini ke lokasi." Pungkasnya. (Fahri/Wan)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita