HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Jaksa Agung Tolak Keberatan 3 Negara Asing Terkait Eksekusi Mati

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 19 Januari 2015 | 21.31

Jakarta,potretbogornews.comJaksa Agung HM Prasetyo dengan tegas menolak keberatan dari Brasil, Belanda dan Australia terkait eksekusi pidana mati yang telah dan akan dilakukan. “Kita tidak akan surut, tidak akan mundur. Kalaupun, mereka katakanlah Brasil (keberatan) begitu, itu hak mereka Kita punya kedaulatan hukum,” tegas Prasetyo usai memberi pengarahan kepada Tim Satgasus (Satuan Tugas Khusus) di Gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Senin (19/1) petang.


Menurut Prasetyo, semua pihak harus menghormati proses hukum. “Itulah etika dari pergaulan internasional,” terang Jaksa Agung dengan penuh percaya diri.

Sebelum ini, Pemerintah Brasil dan Belanda mengkritik keras eksekusi warga negaranya di Nusakambangan, Minggu (18/1) lalu. Bahkan mereka menarik duta besar mereka kembali ke kedua negara tersebut.

Prasetyo juga menegaskan Kejaksaan selaku eksekutor tetap melaksanakan putusan hukumam mati, selama proses yuridis dan lainnya selesai.

“Enggak ada. Pak Jokowi udah selesai. Beliau hanya menerima dan memutuskan. Kemudian selebihnya menjadi tanggung jawab jaksa eksekutor untuk melaksanakan putusan yang mempunyai kuasa hukum tetap,” katanya menjawab soal keberatan Perdana Menteri Australia Tony Abott kepada Presiden Jokowi.

Namun demikian, dia mengakui eksekusi terhadap pelaku kejahatan narkoba oleh warga negara Australia, yang disebut kelompok Bali Nine, belum dapat dilakukan, karena permohonan grasi oleh warga negara Andrew Chan, belum diketahui sudah diterima atau belum.

“Kita tunggu ya kita tunggu. Kita belum terima,” ujarnya soal permohonan grasi Andrew Chan.

Sedangkan, anggota Bali Nine lainnya Myuran Sukumaran sudah ditolak grasi, tapi sesuai ketentuan perundangan eksekusi baru dilakukan, setelah permohonan grasi untuk Andrew Chan ditolak.Lima anggota Balie Nine lainnya, dipidana selama 20 tahun dan seumur hidup.

Prasetyo menambahkan kejahatan narkoba bukan hanya musuh Indonesia, tapi seluruh dunia. “Dan kita kan gak mau melihat narkotika semakin merajalela. Hanya bedanya mungkin mereka tidak lakukan hukuman mati, kita masih. Salahnya sendiri dia melakukan kejahatan narkotika disini. Ya kan ?” tukasnya balik bertanya.

Menkumham Yasonna H Laoly di DPR menyatakan Indonesia tidak akan bertoleransi dengan gembong narkoba. Meski, dirinya menghormati keberatan dari para negara sahabat. “Kita menghargai negara sahabat, tapi keputusannya begitu (karena susah sesuai ketentuan hukum dan hukuman mati masih merupakan hukum positif di Indonesia,” ujarnya menjawab pertanyaan wartawan di DPR.

Ditambahkan, Indonesia kini sudah masuk dalam kondisi darurat narkoba dan karenanya pemerintah sangat keras dalam pemberantasan narkoba di negeri ini,dalam catatan selain Anddrew Chan (Australia) masih ada satu warga Brasil yang tengah menunggu dieksekusi, karena grasinya ditolak, yakni Rodrigo Gularte. menunggu eksekusi mati dan kini ditahan di Lapas Pasir Putih, Nusakambangan.

Rodrigo divonis mati oleh Pengadilan Negeri Tangerang, ditangkap pada 2004 saat mendarat di Bandara Soekarno-Hatta, karena membawa 6.000 gram heroin yang disembunyikan di papan seluncur. Grasinya ditolak oleh Presiden SBY.

Warga Belanda yang dieksekusi, Minggu lalu adalah Ang Kim Soei. Dia memiliki pabrik ekstasi terbesar di Asia di Ciledug, Tangerang. Warga Brasil yang dieksekusi. Archer Cardoso Moreira. (ahi/wan)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita