HEADLINES NEWS :
REDAKSI

IPB Tidak Pernah Di Minta Kondisi Pohon Kota Bogor

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 12 Januari 2015 | 16.11


Kota Bogor,, potretbogornews.comTumbangnya pohon di dalam Kebon Raya Bogor (KRB) pada Minggu (11/1) pukul 10.00 pagi kemarin yang menewaskan lima orang (4 orang meninggal dilokasi dan 1 meninggal sekitar pukul 23.00 Minggu malam) di RS PMI Bogor), kini menjadi perhatian pemerintah daerah Kota Bogor.


Tewasnya empat orang karyawan PT Asalta Mandiri Agung yang melakukan media gathering membahas UMK berikut cara sosialisasinya, mengundang pernyataan kontra dari pakar Instutut Pertanian Bogor (IPB). Ia berpendapat, langkah cepat harus dilakukan pengelola KRBN LIPI dan Pemkot Bogor.

Pasalnya, masih ada ratusan pohon besar di Kota Bogor yang terancam tumbang akibat kondisinya sudah keropos.

Divisiom of timber engineering and wood building design dari Fakultas Kehutanan IPB, Lina Karlinasari, Senin (12/1/2015) kepada wartawan mengatakan, IPB memiliki alat untuk mendeteksi kondisi pohon yang telah keropos.

Namun, Pemkot Bogor, KRB dan LIPI hingga saat ini belum pernah meminta pihak IPB untuk memeriksa kondisi pohon dengan menggunakan alat pendeteksi milik IPB. Ia heran, malah yang memakai alat pendeteksi kondisi pohon pemerintah daerah DKI Jakarta, Jawa Timur dan Lampung.

 “Bogor sendiri belum ada permintaan mendeteksi pohon yang usianya sudah tua. Dengan kasus KRB yang menewaskan 5 orang pengunjung, sebenarnya tidak perlu terjadi. Kita sudah lama sampaikan surat resmi, tapi belum ada respon,”kata Lina Karlinasari, divisiom of timber engineering and wood building design dari Fakultas Kehutanan IPB.

Ia mengaku, alat IPB untuk lakukan pendeteksi pohon yang sudah berjalan selama ini yakni, DKI Jakarta, Lampung dan Surabaya. Alat pendeteksi pohon milik IPB bernama “Sonic Tomography” ini mampu mengetahui kondisi pohon dengan mengandalkan gelombang suara.

“Alat milik IPB ini satu-satunya di Indonesia. Kami beli dari Jerman seharga sekira Rp250 juta. Untuk mendeteksi pohon hanya dibutuhkan waktu 10 sampai 15 menit dan hasil yang keluar sangat akurat,”paparnya. Untuk mendeteksi kondisi pohon, dilibatkan tiga orang ahli, termasuk mahasiswa juga bisa.

Ia menyarankan agar Pemerintah Kota Bogor untuk selalu memantau kondisi pohon di Kota Bogor. Pasalnya bukan hanya pohon dalam KRB yang berusia tua, tapi juga pohon disenjulah ruas jalan utama di Kota Bogor. “Sering pohon di Kota Bogor tumbang dan menimpa kendaraan dan orang. Sudah beberapa kali pohon di jalan raya tumbang dan meminta korban jiwa. Jangan lagi terulang,”pintanya. (pb)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita