HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Gas Elpiji Ukuran 12 Kg Langka Di Pasaran Kota Bandung

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Selasa, 06 Januari 2015 | 20.37


Bandung, potretbogornews.com - Ibu rumah tangga di Kota Bandung, Jawa Barat menjerit menyusul harga gas elpiji 12 Kg mencapai Rp 170 ribu. Selain mahal, gas itu pun kini susah dicari sehingga membuat warga kelabakan. “ Sudah mahal hilang lagi, dalam dua hari ini saya mencari tapi susahnya minta ampun “ , ujar Wanda (40), ibu rumah tangga yang tinggal di perumahan Sukamenak, Kopo Kota Bandung, Selasa (6/1).


Ia menjelaskan, gas 12 kg di Bandung kini harganya dikisaran Rp 160 ribu sampai Rp 170 ribu. Anehnya, lanjut dia, gas tersebut kini mendadak sulit dicari. Bahkan disetiap agen dan penjual kini kosong sehingga warga harus memburu gas menggunakan jasa ojek.

Keluhan sama diakui dituturkan oleh Jamal (54) salah seorang pemilik rumah makan di Kawasan Terminal Leuwi Panjang Kota Bandung. Semenjak naik gas 12 Kg kini langka di dipasaran. Bahkan, mini market yang biasa menyediakan gas, mendadak kosong. “ Masyarakat selalu jadi objek openderitaan masyarakat,“ ucapnya kesal.

Salah seorang agen elpiji 5 Kg di Derwati Kota Bandung, Juanda (45), menjelaskan kini gas kecil sulit dicari, pasalnya permintaan pasar semakin membludak. “ Banyak ibu rumah tangga yang biasa menggunakan gas 12 Kg hijarh ke gas kecil,“ katanya. Dengan adanya perpindahan, kebutuhan gas kecil terus membengkak setiap harinya. “ Harga gas ukuran kecil tetap tidak mengalami operubahan,“ akunya.

Ia menambahkan, jika pemerintah tidak bisa menyesuaikan harga gas 12 Kg, maka ledakan permintaan pasar gas melon akan terus membengkak. “ Idealnya harga gas 12 Kg diturunkan sedikit supaya warga ekonomi menengah ke atas bisa kembali ke gas semula,“ pintanya. (Wan PB)



Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita