HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Banyak Perusahaan Minta Penangguhan UMK 2015

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Senin, 19 Januari 2015 | 16.30


Cibinong, potretbogornews.comSejumlah perusahaan di Kabupaten Bogor menyerah dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK) sebesar Rp2.655.000 yang berlaku mulai 1 Januari 2015. Kebanyakan mereka perusahaan garmen dan sepatu yang mengaku tak sanggup membayar gaji karwayan sebesar itu dan minta penangguhan.

Kepala Dinsosnakertrans Kabupaten Bogor, Nuradi, mengungkapkan sedikitnya 64 perusahaan mengajukan penangguhan UMK 2015 dengan alasan membayar gaji karyawan Rp 2.655.000, sebab usaha mereka bukan padat modal tapi padat karya . “Perusahaan yang mengajukan UMK tidak hanya pengusaha dalam negeri, tapi juga investor asing,” katanya, Senin.

Surat penangguhan itu sudah dilimpahkan ke Pemrov Jabar untuk diverifikasi secara menyeluruh mulai keuangan perusahaan, jumlah pekerja, hingga persetujuan penangguhan upah oleh serikat pekerja perusahaan.


“Jika disetujui, tidak berlaku satu tahun, tapi dalam hitungan bulan sampai perusahaan tersebut mampu membayar sesuai UMK,” ujarnya.

Perusahaan yang mengajukan penangguhan UMK itu termasuk skala besar dengan jumlah pekerja ribuan, termasuk jumlah perusahaan pemodal asing . “Setiap tahun jumlah perusahaan yang mengajukan penangguhan upah selalu naik. Pada 2014 tercatat 60 perusahaan mengajukan penangguhan UMK dan kebanyakan perusahaan itu kembai mengajukan penangguhann UMK 2015,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, jika perusahaan tidak mengeluarkan gaji sesuai UMK, pihaknya meminta kepada karyawan segera melaporkan ke Dinsosnakertrans. “Sampai pertengahan Januari ini belum ada pengaduan. Jika ada perusahaan tak bayar gaji sesuai UMK 2015 akan ditegur dan izin usahanya kita rekomendasikan untuk dicabut,” tandasnya.

Sebelumnya Wakil Ketua Apindo Kabupaten Bogor, Mansur Ilyas, mengakui sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang garmen dan sepatu sering mengajukan penangguhan UMK. “Pabrik garmen yang banyak menarik tenaga kerja, tercatat jumlah karyawannya bisa mencapai 800-5.000 orang,” ujarnya.

Dia khawatir apabila pengajuan penangguhan UMK ditolak Pemprov Jabar dipastikan berdampak pemutusan kerja secara massal. Sebab itui pihaknya berharap pengajuan dapat dikabulkan. “Penangguhan UMK itu salah satu upaya mencegah PHK massal,” ujarnya. (iwan)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita