HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Lele Sangkuriang Asal Bogor Di Gemari Pasar

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 28 Desember 2014 | 23.20


Dramaga, potretbogornews.com Bisnis Lele Sangkuriang sangat menguntungkan. Pasalnya usaha di bidang ini, mempunyai kemampuan mengembalikan investasi jangka waktu cepat. “Saya sudah pernah mencoba budidaya gurame, ikan mas, nila dan terakhir lele Sangkuriang. Dari semua usaha ini, Lele Sangkuriang sangat menjanjikan,” kata Mukhlis, 43, pembudidaya ikan lele sangkuriang asal Desa Cibanteng, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor.


Ia mengaku, usaha lele, lebih cepat membawa seseorang mewujudkan cita-citanya menjadi jutawan dalam waktu cepat. “Lele Sangkuriang tiga bulan sudah bisa dipanen untuk dijual. Kalau ikan gurame, mas dan nila itu membutuhkan waktu 8-9 bulan baru bisa dipanen,” kata Mukhlis.

Ditambahkan, budidaya lele sangkuriang saat ini lebih menjanjikan dibanding budidaya Lele Dumbo. Masa panen lele ini lebih cepat dibandingkan lele dumbo dan ikan tawar lainnya.

“Selain waktunya lebih cepat di panen, lele ini bernilai gizi paling tinggi dibandingkan ikan air tawar lainnya, karena mengandung omega 3. Saya yakin kalau manajemen usaha bagus, pasti sukses,” paparnya

Lebih tiga tahun menggeluti budidaya Lele Sangkuriang, Mukhlis sudah memiliki 37 kolam pembenihan dan 30 kolam pembesaran. Mukhlis sudah punya delapan karyawan Sejumlah warga pun dilibatkan dalam proses sortir ikan dan saat pemanenan, ujarnya.

Dengan usaha Lele Sangkuriang, ia mampu memberi nafkah lebih pada Atma Rohayani 40, istrinya. “Saya kini jadi tujuan warga yang belajar cara membudidayakan ikan,”ungkapnya.

Hingga saat ini, Mukhlis telah menghasilkan 75 ribu benih dan 8 ton ikan lele sangkuriang per bulan, yang omzetnya mencapai Rp150 juta. Ia mengaku, hasil produksinya belum memenuhi kebutuhan pasar. “Untuk Bogor produksi ikan tidak mencukupi. Permintaan dari pasar satu ton per hari, tapi kami belum bisa memenuhinya,” tandas Mukhlis.

Sedangkan untuk pasar Jakarta dan Bogor, permintaan pasar lebih banyak lagi. “Kebutuhan pasar Jakarta dan Bogor sebesar 200 ton per hari. Sementara kemampuan petani Bogor maksimal hanya 30 persennya. Sisanya didatangkan dari Jawa Tengah,” tambah Mukhlis.

Ia bercita-cita ingin menjadikan Desa Cibanteng Bogor sebagai kawasan lele. “Jadi ingin menjadikan trademark bahwa Cibanteng sebagai kawasan lele. Saya siap dan akan membantu pembinaan teknologi budidayanya,” kata Mukhlis. (bga)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita