HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Sang Juara Dayung Anak Kuli Bongkar Muat

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Minggu, 16 November 2014 | 22.50


Purwakarta, potretbogornews.comPostur gadis ini tak terlalu tinggi, apalagi tegap. Ia tak tampak laiknya seorang atlet. Bahkan, saat mengayuh di tengah danau, ia kerap membiatkan rambut panjangnya tergerai. Namun di balik penampilan yang jauh dari kesan atlet, ia seorang atlet tangguh peraih dua medali emas cabang dayung di Porda XII.


Heni, gadis bernama lengkap Nurhaeni itu, sangat layak menjadi pemenang. Ia sangat mencintai dayung bahkan olahraga ini sudah menyatu dengan dirinya sejak kecil.

Lahir di Kampung Serpis, Desa Jati mekar, Jatiluhur, Heni tumbuh di rumah di sekitar Danau Jatiluhur. Dari rumahnya di pinggir danau, sejak anak-anak pula ia terbiasa melihat ratusan atlet berlomba mengayuh dayung.

Maka, ia mulai mencoba mendayung, meniru gerakan atlet yang ditontonnya. Namun, Heni yang berayah seorang kuli bongkar muat ikan, Madi, dan ibu yang mantan TKW di Arab Saudi, Cucu, tak bisa memiliki alat-alat seperti atlet lain. Meski begitu, semangatnya tak surut.

Keseriusannya menekuni dayung membawanya bergabung dalam Juanda Jatiluhur Dayung Club (JJDC), Klub ini khusus menampung anak-anak dari keluarga kurang mampu yang berada di sekitar danau.

Ternyata, dengan mendayung ia tak cuma mendapat kesenangan. Ia juga bisa terus bersekolah hingga selesai di SMK Negeri 2 Purwakarta berkat bonus dari kejuaraan dayung yang diikutinya. Ia senang karena tak harus putus sekolah di SMP seperti kakaknya.

Hasil latihan pagi dan sore menuai hasil. Ia terpilih memperkuat kontingen cabor dayung Purwakarta bersama 10 atlet putri lainnya mengikuti Porda XII. Sebetulnya, ia hanya atlet pelapis yang tidak diunggulkan. Namun, gadis berkulit gelap ini membuktikan kelasnya.

Ia menjadi juara nomor rowing dua cros putri kelas ringan jarak 1,000 meter dengan catatan waktu 3 menit 59 detik. Tak hanya nomor itu, Heni pun kembali menyumbangkan Emas untuk purwakarta di nomor rowing empat cros Putri bersama atlet seniornya, Syifa, Yolif dan Listia.

Sesuai rencana Pemkab Purwakarta, atlet peraih medali emas akan mendapat bonus Rp30 juta untuk nomor perorangan dan Rp25 juta bagi nomor beregu. Heni yang meraih dua emas ini pun hanya bisa senyum malu-malu.

“Ya, Alhamdulilah, Pak. Mungkin bisa bantu orangtua dan keluarga. Saya juga ingin kuliah di perguruan tinggi. Kemarin lulus SMK sempat berhenti satu tahun karena tak ada modal,” ungkapnya. (dadan)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita