HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Al Mubarok Ahmadiyah Lakukan Kegiatan Tanpa Koordinasi Dengan Muspika

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Rabu, 26 November 2014 | 22.47



Kemang, potretbogornews.com - Musyawarah Pimpinan Kecamatan (Muspika) Kecamatan Kemang, galau dengan Kampus Al Mubarok yang dicap sebagai pusat aliran Ahmadiyah terbesar se-Asia Tenggara. Pasalnya, Kampus Al Mubarok masih melakukan kegiatan tanpa berkoordinasi dengan muspika setempat. Tanggal 31 Oktober 2014 lalu, Al Mubarok yang beralamat di Jalan Raya Parung, Desa Pondok Udik, Kecamatan Kemang ini, menggelar pemilihan ketua kaum ibu se-Indonesia.



“Kami galau karena kegiatan itu akan memicu reaksi masyarakat,” kata Camat Kemang Wahyu Hadi Setiono di ruang kerja, Rabu (27/11). Akibat kegiatan itu, camat mengaku dipanggil oleh Wakil Bupati Nurhayanti, Kamis (20/11) lalu. “Danramil Kemang dan Kapolsek Kemang juga merasa kecolongan dengan kegiatan Al Mubarok itu,” kata Hadi Setiono.

Wahyu Hadi mengimbau agar Al Mubarok menghentikan semua kegiatannya, karena akan memicu gejolak di masyarakat seperti terjadi tahun 2005 lalu. “Selama 9 tahun ini wilayah Kemang aman dari isu Ahmadiyah, saya berharap kegiatan tersebut dihentikan,” ujar Wahyu Hadi.

Camat mengemukakan, saat kegiatan itu berlangsung Kapolres datang ke lokasi. Tapi bukan memberikan izin kegiatan di Al Mubarok. Kapolres justru mengecek dan langsung menurunkan personel dan memerintah Kapolsek Kemang guna mencegah terjadinya keributan.“Al Mubarok sudah melanggar surat pernyataan muspida dan surat pernyataan tiga menteri. Berdasarkan surat itu, Al Mubarok seharusnya ditutup,” katanya.

Sementara, Kapolsek Kemang, Kompol Pramono DA membenarkan adanya kegiatan di Al Mubarok yang dianggap sudah menyalahi aturan. Dirinya pun sama sekali tidak pernah diajak berunding terkait kegiatan yang ada di kampus tersebut. “Rencanya hari ini Al Mubarok akan dipanggil ke Cibinong untuk bertemu dengan Wakil Bupati. Muspika, muspida dan pihak terkiat seperti MUI dan ormas akan hadir,” ungkapnya

Terpisah, Danramil Kemang, Kapten Infantri Safrudin menegaskan, bahwa pihak ahmadiyah harus mematuhi himbauan muspika," kami dari pihak koramil hanya membantu polsek dalam pengamanan wilayah dan kami sebenarnya tidak kecolongan tetapi dalam hal ini ahmadiyah harus ikut mematuhi peraturan yang berlaku,” kata Safrudin.

Kepala Desa Pondok Udik M. Sutisna mengatakan, jumlah pengikut Ahmadiyah di wilayahnya sulit terdeteksi serta sulit membedakan mana pengikut Ahmadiyah dan mana yang bukan. “Mereka seperti mahasiswa jadi sangat sulit dikenali. Kalau mereka terus melakukan kegiatan, saya khawatir terjadi lagi kasus seperti tahun 2005. Saya berharap semua pihak turut memperhatikan masalah ini,” tandasnya. (Ewo)

Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita