HEADLINES NEWS :
REDAKSI
Home »

Sejumlah Pejabat Diduga Korupsi Kembalikan Ke Kas Negara

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Sabtu, 10 Mei 2014 | 18.48



Bekasi, potretbogornews.com - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat diminta serius tuntaskan kasus dugaan korupsi proyek Islamic Center Kabupaten Bekasi ,pasalnya Kejati Jabar dinilai lambat diduga ada skenario yang dimainkan sejumlah elite di Kabupaten Bekasi, karena takut dugaan korupsi proyek Islamic Center yang diketahui berdasarkan laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jabar banyak ditemukan kerugian Negara.



Jika memang kasus dugaan penyimpangan atas proyek pembangunan Islamic Center sudah ditangani Kejati Jabar kenapa sejumlah Pejabat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi masih berkeliaran dan belum ada penetapan tersangka terhadap hasil penyelidikannya . Salah satu pemegang kunci persoalan Islamic Center ada disalah satu Pejabat Distarkim yang saat ini mutasi ke Pemprov Jawa Barat ,yakni Gelora Tarigan ,terang mantan konsultan pembangunan Islamic Center yang enggan disebut namanya .

Bahkan menurut sumber lain sejumlah Pejabat Pemkab Bekasi yang diduga terlibat korupsi proyek Islamic Center ramai-ramai akan mengembalikan uang hasil korupsi itu kepada kas Negara .”Informasi yang saya terima sejumlah pejabat yang kini duduk di Dinas Bangunan akan mengembalikan uang hasil korupsi Islamic Center ke kas Negara katanya kepada POTRET BOGOR di Pemkab Bekasi, Rabu (7/5)

Menanggapi rencana sejumlah Pejabat Pemkab Bekasi yang terindikasi korupsi proyek Islamic Center ramai-ramai akan mengembalikan uang hasil korupsi kepada kas Negara Advokat Imam Prayogo, SH., berpendapat ,”dengan pengembalian uang hasil korupsi tidak menggugurkan pidana dalam artian proses hukum tetap berlanjut melalui tahapan penyidikan/penyelidikan ,penuntutan hingga vonis majlis hakim Adhoc tipikor di persidangan”.

Mengapa demikian? Menurut Imam karena Indonesia menganut mazhab hukum Eropa Continen berbeda dengan negara-negara yang menganut Mazhab hukum Anglo Saxon ,menurut teori hukumnya Mazhab Eropa Continen menekankan konsep hukum “legality principle” hingga muncul pola segala bentuk perdamaian baik dengan mengembalikan uang hasil korupsi/gratifikasi tidak menggugurkan pidana dengan tujuan membuat jera para pelaku dan memberikan efek menakutkan kepada yang ingin melakukan tindak pidana.

Mazhab Anglo Saxon lebih menekankan konsep hukum “Analitycal Jurisprudence” hingga muncul pola perdamaian antara para pihak termasuk mengembalikan uang hasil korupsi dapat menggugurkan pidananya dengan tujuan menciptakan kedamaian dalam hidup. “Imam menjelaskan”.

Lebih lanjut menururut Imam,” sebagaimana dijelaskan dalam pasal 4 Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi serta penjelasannya. Dalam pasal 4 UU 31/1999 dinyatakan antara lain bahwa pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara tidak menghapuskan dipidananya pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud pasal 2 dan pasal 3 UU tersebut.

Kemudian, di dalam penjelasan pasal 4 UU No. 31/1999 dijelaskan sebagai berikut: “Dalam hal pelaku tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan pasal 3 telah memenuhi unsur-unsur pasal dimaksud, maka pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara, tidak menghapuskan pidana terhadap pelaku tindak pidana tersebut. “Pengembalian kerugian keuangan negara atau perekonomian negara hanya merupakan salah satu faktor yang meringankan saja.” Ujar Imam.

Imam menambahkan,” Jadi jika Kejaksaan Tinggi Jawa Barat menghentikan penyidikan dan/atau penuntutan dengan alasan para tersangka tindak pidana korupsi mengembalikan uang hasil korupsi kepada kas Negara secara serta merta para Jaksa yang melakukan penyidikan dalam kasus ini telah melakukan Straffbaar feit ( tindak pidana) dalam jabatan.Imbuhnya” (Wan PB)




Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita