HEADLINES NEWS :
REDAKSI

Hipmi: Gerakan Seribu Wira Usaha Untuk Menghadapi Asean Ekonomi Komoniti

Diposkan Oleh: potretbogornews.com on Kamis, 29 Mei 2014 | 12.11



Kota Bogor, potretbogornews.com - Pada Tahun 2015 nanti ketika Asean Ekonomi Komoniti diluncurkan merupakan tantangan besar bagi dunia usaha Indonesia, maka dari itu dengan Gerakan Seribu Wira Usaha yang di gagas oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) agar mampu menjawab tantangan tersebut. Karena jika hal ini tidak dilakukan maka pengusaha Indonesia akan tertinggal oleh pengusaha-pengusaha asing yang merangsek masuk kepasar Indonesia dengan peroduk-produk yang mereka miliki akan menjadi momok bagi pelaku usaha Indonesia. Hal ini diutarakan Pengurus Hipmi Kota Bogor, Zulfikar kepada Potretbogornews saat di jumpai di Café Momomilk Bogor, Kamis (22/5).



Menurutnya, dengan Gerakan Seribu Wira Usaha ini bukan menjadikan semua orang harus menjadi pengusaha akan tetapi kepada mereka-mereka yang menyukai dunia usaha terutama pengusaha muda agar mampu mengembangkan diri sebaik-baiknya. Sebab menurutnya didalam gerakan seribu wira usaha ini kan di ajarkan etika berbisnis, management usaha, mengelola keuangan, bahkan mengatur karyawan yang baik untuk menghasilkan produk yang baik sehingga semua di untungkan baik sang pengusaha, karyawan dan pelanggan itu sendiri. “Semua anggota yang masuk kita ajarkan trik-trik tersebut termasuk mencari peluang pasar baik local, nasional maupun internasional terhadap produk yang mereka produksi,” katanya.

Asean Ekonomi Komoniti ini juga menurutnya, bukan pula yang harus ditolak tergantung bagaimana cara mengolahnya, diibaratkan sebilah pisau bedah jika jatuh ditangan yang salah akan membunuh orang lain tetapi jika di pegang oleh Dokter ahli bedah akan menyelamatkan nyawa orang. Jika pemerintah Indonesia cerdas, sudah saatnya Indonesia bangkit agar produk-produk Indonesia masuk kesemua Negara, karena Indonesia masih bisa bangkit seperti Negara berkembang lainnya didunia. Tetapi jika pemerintah Indonesia kurang cerdas dengan masih focus mengurus politik saja dengan urusan bagi-bagi kekuasaan maka akan hancur. “Pemerintah jangan hanya memberikan janji manis yang katanya mendukung dunia usaha tetapi perizinan dipersulit, biaya investasi sulit tidak pernah diberikan bantuan permodalan, hak merk dari produk tersebut tidak dilindungi sehingga bisa di jiplak oleh orang lain. Karena pengusaha tidak bisa membuat kebijakan karena pengusaha hanya bisa membuat produk, menyerap tenaga kerja dan memutarkan Rupiah dengan mendorong roda perekonomian tetapi yang mampu membuat kebijakan dalah kalangan pemerintah,” tegasnya.

Mengenai sebesar apa tantangan yang harus di hadapi oleh masyarakat Indonesia pada tahun 2015 nanti dan apa yang harus dilakukan, Zukfikar mengatakan. Jika berbicara masyarakat Indonesia, rata-rata Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia ternyata jauh dibawah Negara-Negara Lain di Asean seperti Filipina dan Myamar. Artinya, jika kita bersaing dengan mereka kemungkinan akan tertinggal, kalaudari sekarang kita tidak perbaiki diri produk-produk kebanggaan Indonesia seperti Jamu akan tinggal karena mereka lebih modern dan lebih bagus dalm segi kemasan dan sebagainya, ini merupakan tantangan. Kalau dia pekerja harus meningkatkan Skillnya menjadi pekerja yang baik, begitupun dengan pegusaha harus meningkatkan management, kalau pemerintah harus lebih transparan dan bersih dan kalau menjadi guru harus meningkatkan kopentensinya menjadi seorang guru agar menghasilkan anak didik lulusan terbaik, begitupun dengan polisi harus lebih aman dalam menjaga kenyamanan dan ketertiban masyarakat, semua orang memiliki tantangan masing-masing. “Maka dengan gerakan seribu wira usaha ini diharapkan akan mampu menjawab tantangan tersebut,”ucapnya. (Sumburi)


Share this article :

0 komentar:

Silahkan Berikan Komentar Anda

Terimakasih...

G

LAWAS

 
potretbogornews : Redaksi | potret_bogor@yahoo.com | Facebook | Pedoman Pemberitaan Media Siber
Copyright © 2011. - All Rights Reserved
potretbogornews.com update berita kita